Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
22 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
22 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
10 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
22 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Home  /  Berita  /  Voli

Benny Rhamdani Ungkap Lapangan Kerja PMI Korsel di Sektor Fishing Terancam Disetop

Benny Rhamdani Ungkap Lapangan Kerja PMI Korsel di Sektor Fishing Terancam Disetop
Kepala BP2MI Benny Ramdhani saat memberikan penjelasan kepada wartawan. (Ist)
Senin, 16 Oktober 2023 22:36 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melepas 149 pekerja migran Indonesia (PMI) ke Korea Selatan (Korsel) dan Jerman.  Dari jumlah tersebut, 144 orang akan diberangkatkan untuk bekerja di Korsel, sementara sisanya 5 pekerja migran akan bekerja di Jerman. Di Korsel, mereka akan bekerja di sektor manufaktur dan fishing atau perikanan.

Kepala BP2MI Benny Rhamdani kembali mengingatkan agar para PMI mematuhi ketentuan yang ada saat bekerja di negara orang. "Pegang, niat dan komitmen kalian. Jangan kalian tiba di Korea jadi kaburan," ujar Benny dalam sambutannya di eL Hotel Royale Jakarta, Senin (16/10/2023).

Kaburan sendiri, berarti pekerja migran yang belum selesai kontrak, lantas menghilang atau pindah ke perusahaan lain. Menurut Benny, PMI yang kaburan tersebut telah menimbulkan persoalan serius.

"Karena saya buka nih, rekomendasi perwakilan RI, meminta fishing untuk disetop. Angka kaburan itu sudah mencapai 700 orang. Sudah banyak, ini menimbulkan masalah bagi pemerintah Korea," tuturnya.

Benny saat ini tengah negosiasi agar PMI di sektor fishing tetap bisa dikirimkan. Seiring dengan itu, Wakil Ketua Umum Partai Hanura itu meminta agar para PMI tak tergoda untuk jadi pekerja migran kaburan.

"Perwakilan sudah merekomendasikan untuk ditutup. Saya sedang bernegosiasi agar tidak ditutup tapi saya minta juga saudara-saudara yang bekerja di sektor fishing, untuk menjadi kaburan karena bujuk-rayu, tipu-daya orang-orang tertentu yang menjanjikan sesuatu yang lebih indah. Hati-hati," papar Benny.

Menurut Benny, banyak kerugian apabila PMI berstatus kaburan, salah satunya bisa terkena denda Rp400 juta, apabila tertangkap petugas terkait. "Darimana ada uang? Mau minta perlindungan siapa? Ada sindikatnya juga, menawarkan pindah 'Di sini gajinya lebih tinggi' itu bohong," kata Benny.

Ketika sekali menjadi kaburan, lanjut Benny, PMI tersebut tidak bebas hidup di Korea Selatan sehingga harus bersembunyi dan pindah-pindah tempat tinggal, karena takut dirazia oleh penegak hukum setempat.

"Kalau anda menjadi kaburan, pemerintah Korea menutup, berarti anda mengubur banyak mimpi teman-teman kita yang akan berangkat bekerja ke Korea di sektor fishing," jelas Benny.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Arsjad Rasjid, yang diundang untuk memotivasi para PMI, mengapresiasi BP2MI yang dipimpin oleh Benny Rhamdani.

"BP2MI telah berhasil membuka berbagai peluang kerja untuk pekerja Indonesia. Sekaligus selalu berupaya memberikan fasilitas dan juga kemudahan, serta menjamin perlindungan bagi rekan-rekan pekerja migran," ujarnya.

Lebih lanjut, Arsjad meminta agar para PMI bangga menjadi pekerja migran. Sebab, sesungguhnya mereka orang-orang yang dibutuhkan bagi industri global karena memiliki kemampuan dengan standar internasional.

"Teman-teman kalian harus bangga, harus bangga sekali, karena artinya teman-teman memiliki skill dan kapasitas yang menjadi demand atau kebutuhan dari industri dunia," kata Arsjad.

"Harus kita akui banyak orang lain yang menginginkan kesempatan yang adik-adik miliki," lanjutnya. ***

wwwwww