Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
22 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
22 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
21 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
10 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
21 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Produksi Beras Berpotensi Anjlok hingga 650 Ribu Ton Akibat El Nino

Produksi Beras Berpotensi Anjlok hingga 650 Ribu Ton Akibat El Nino
Selasa, 17 Oktober 2023 01:45 WIB
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan produksi beras pada 2023 berpotensi anjlok. Hal itu disebabkan penyusutan luas panen dan produksi gabah kering giling (GKG) di Indonesia akibat dampak kekeringan yang berkepanjangan alias fenomena El Nino.

Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan produksi beras nasional diprediksi mencapai 30,90 juta ton pada 2023. Jumlah itu turun 650 ribu ton atau 2,05% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Produksi beras 2023 diperkirakan sebesar 30,90 juta ton, yang kira-kira turun 0,65 juta ton atau 2,05% dibandingkan tahun lalu," kata Amalia dalam konferensi pers, Senin (16/10/2023).

Amalia mengungkapkan produksi beras nasional periode Januari-September 2023 mencapai 26,11 juta ton atau turun 0,22%. Sedangkan di sisa tahun ini yakni Oktober-Desember 2023 diperkirakan potensi produksi beras hanya mencapai 4,78 juta ton.

"Kalau kita lihat potensi produksi (beras) sepanjang Oktober-Desember 2023 diperkirakan mencapai 4,78 juta ton. Ini diperkirakan turun sebesar 0,59 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau penurunannya sekitar 10,92%," imbuhnya.

Jika dilihat berdasarkan wilayah, penurunan produksi beras sepanjang 2023 diperkirakan terjadi di wilayah Jawa yang turun 0,41 juta ton, Sulawesi turun 0,24 juta ton, Kalimantan turun 0,04 juta ton dan Sumatera turun 0,01 juta ton. Di sisi lain Bali dan Nusa Tenggara, serta Maluku dan Papua diperkirakan mengalami kenaikan produksi beras masing-masing sebesar 0,05 juta ton dan 0,15 ribu ton.

Amalia menyebut potensi defisit produksi beras semakin melebar hingga akhir 2023. Berdasarkan perkiraan BPS, defisit produksi beras terbesar terjadi pada Desember 2023 yaitu minus 1,45 juta ton.

"Dengan hanya mempertimbangkan selisih antara perkiraan produksi domestik dan konsumsi ini saja, maka akhir tahun produksi beras diperkirakan surplus 0,28 juta ton sepanjang 2023," tuturnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:detik.com
Kategori:Ekonomi
wwwwww