Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
20 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
20 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
19 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
19 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
20 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Voli

Disbud DKI Adakan Pelatihan Kuratorial Profesional Museum di Jakarta

Disbud DKI Adakan Pelatihan Kuratorial Profesional Museum di Jakarta
Pelatihan Kuratorial Profesional Museum di Jakarta. (Ist)
Selasa, 06 Agustus 2024 14:45 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi DKI Jakarta menggelar pelatihan kuratorial 'Masterclass' di Museum Sejarah Jakarta DKI Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari Australia-Indonesia Museums (AIM) Project sebagai kolaborasi dalam meneliti dan menafsirkan objek penting bagi profesional museum Australia dan Indonesia.

Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Iwan Henry Wardhana mengatakan, pelatihan ini melibatkan 22 peserta dan tiga fasilitator yang diseleksi dari museum-museum di bawah pengelolaan Disbud Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Deakin University (Australia), Western Australian Museum (WAM), dan Southeast Asia Museum Services (SEAMS).

"Kami akan terus mendukung kerja sama pemerintah dan kemitraan internasional dalam meningkatkan praktik museum di Jakarta," ujar Iwan Henry Wardhana di Jakarta, Selasa (6/8/2024).

Iwan menjelaskan, dalam kegiatan ini narasumber berbagi cerita dan pengalaman mereka menerapkan metode significance 2.0 dalam melaksanakan riset koleksi di Australia.

Setelah itu, dilanjutkan sesi diskusi bersama mengenai objek yang telah dipilih untuk ditampilkan dalam kegiatan Tetangga Exhibition mendatang.

"Narasumber yang hadir merupakan ahli dalam bidang permuseuman, yaitu Gaye Sculthorpe Profesor Riset, Studi Warisan Budaya dan Museum, Deakin University; serta Corioli Souter Kepala Departemen Warisan Maritim, Western Australian Museum," bebernya.

Setelah pelatihan, imbuh Iwan, objek-objek yang telah dipilih akan didigitalisasi, termasuk pemindaian 3D dan dokumentasi video, untuk memperbarui pameran digital 'Pameran Tetangga' di laman www.tetanggaexhibition.com. Inisiatif ini menegaskan komitmen AIM Project untuk memanfaatkan teknologi digital guna meningkatkan akses terhadap warisan budaya. 

"Kurator yang terlibat dalam pelatihan ini akan berperan penting dalam memilih dan melakukan penelitian terhadap objek-objek yang akan dipamerkan. Semoga keikutsertaan peserta dalam pelatihan ini dapat memperkaya ilmu  dan menjadi inspirasi untuk tata pamer di setiap museum yang dikelola," pungkasnya.

Perlu diketahui, AIM Project bertujuan untuk memperkuat hubungan profesional dan meningkatkan kapasitas profesional museum di Indonesia dan Australia melalui pelatihan, penelitian, serta pameran yang dikuratori bersama.

Melibatkan kolaborasi antara Indonesian Heritage Agency, Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Cultural Heritage Asia-Pacific Group Deakin University, Western Australian Museum (WAM), Southeast Asia Museum Services (SEAMS), serta sejumlah museum mitra di Indonesia.

Proyek ini didanai oleh Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) melalui Australia-Indonesia Institute (AII), serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (Riyan). ***

Kategori:PON, Voli, DKI Jakarta
wwwwww