Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
Metropolitan
15 jam yang lalu
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
2
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
3 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
3
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
2 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
4
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
2 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
5
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
2 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
6
Pieter Huistra Tegaskan PSS Siap Berjuang untuk Perbaiki Posisi di Klasemen
Sepakbola
2 jam yang lalu
Pieter Huistra Tegaskan PSS Siap Berjuang untuk Perbaiki Posisi di Klasemen
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Football Institute: Hukuman PSS Sleman Hanya Sebatas Potong Poin?

Football Institute: Hukuman PSS Sleman Hanya Sebatas Potong Poin?
Budi Setiawan. (Ist)
Selasa, 06 Agustus 2024 15:32 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Hari Jum’at, 9 Agustus 2024,  Liga 1 Indonesia akan kick off. Berbagai persiapan telah dilakukan mulai dari managers meeting, refreshing match com hingga rencana presscon LIB - BRI yang dilaksanakan hari ini (Selasa, 6 Agustus 2024).

Meskipun semua persiapan sudah dilakukan ada hal yang mengganjal karena ada urusan musim kompetisi sebelumnya yang masih belum selesai dan hingga kini belum diputus. Yakni, status hukum PSS Sleman yang belum juga diputuskan oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI.

Seperti diketahui PSS Sleman terbukti secara hukum, sah dan meyakinkan terbukti melakukan match fixing melalui Pengadilan Negeri Sleman. Hal ini masih menyisakan ganjalan karena Komdis PSSI seolah mengulur waktu terhadap kepastian hukum PSS Sleman.

Ketika dihubungi melalui sambungan telpon, Founder Football Institute Budi Setiawan yang vokal berbicara tentang penegakan disiplin menyampaikan bahwa dirinya agak pesimis bahwa Komdis PSSI akan memberikan hukuman yang sepatut dan sepantasnya bagi pelaku match fixing.

"Sebenarnya saya sudah agak malas berbicara tentang status hukum PSS Sleman, karena Komdis PSSI terkesan melindungi pihak tertentu dan tidak menunjukkan keseriusan serta atensi tinggi terhadap kasus ini," kata Budi Setiawan.

"Dugaan saya Komdis PSSI tidak akan memberikan hukuman degradasi kepada PSS Sleman dengan segala argumentasi. Dari sumber yang terpercaya hukuman untuk PSS Sleman hanya sebatas potong poin dan potongan poinnya juga tidak signifikan, tidak sampai 12 point," tambahnya.

Bagi Budi Setiawan, jika benar PSS Sleman hanya mendapat potongan poin atas kesalahan fatal yang diharamkan dalam dunia sepakbola itu artinya level kesalahannya setaraf dengan hukuman tidak hadir dalam pertandingan.

"Apakah hukuman bagi klub pelaku match fixing sebanding dengan hukuman potong poin? Kita tunggu saja hasil sidang Komdis PSSI dalam satu atau dua hari ini. Yang jelas putusan terkait PSS Sleman akan ditetapkan sebelum kick off Liga 1,” tutup Budi. ***

wwwwww