Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
23 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
17 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
3
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
20 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
20 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
5
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
17 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
Home  /  Berita  /  Non Olympic

PSS Sleman Hanya Dihukum Kurang 3 Poin dan Denda, Budi Setiawan: Ini Kematian Penegakan Hukum Sepakbola

PSS Sleman Hanya Dihukum Kurang 3 Poin dan Denda, Budi Setiawan: Ini Kematian Penegakan Hukum Sepakbola
PSS Sleman. (Foto; Dok.ligaindonesiabaru)
Senin, 12 Agustus 2024 19:21 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Keraguan Founder Fotball Institute Budi Setiawan terhadap kredibilitas Komisi Disiplin (Komdis) PSSI terkait hukuman PSS Sleman telah terbukti. Setelah terkatung-katung selama berbulan-bulan akhirnya, Komdis PSSI menjatuhkan hukuman PSS Sleman dengan pengurangan 3 poin dan denda senilai Rp150 juta. 

Tidak heran jika Budi Setiawan angkat bicara. Dia menyebut Komdis PSSI harusnya mendegradasi PSS Sleman dari Liga 1 dan bukan memberikan hukuman terlalu ringan untuk kejahatan Match Fixing yang diharamkan dalam dunia sepakbola.

Tindakan Komdis PSSI ingin menyelamatkan PSS, kata Budi, ada dua hal yang mendasar. Pertama, dari sisi waktu putusan jelas absurd, karena kick off Liga 1 sudah dimulai, dan PSS Sleman sudah melakoni laga perdana.

Kedua, putusan PSS Sleman ini adalah putusan tunggal pertama di Komdis PSSI terkait kompetisi liga 1 2024/2025. Namun anehnya, putusan ini justru tidak dipublikasikan secara resmi oleh PSSI di website resminya.

Keputusan Komdis PSSI ini, kata Budi Setiawan, bukan hanya berdampak buruk terhadap janji kampanye Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang menginginkan sepakbola bersih dan penegakan disiplin tetapi membunuh penegakan hukum sepakbola. 

"Kalau putusan Komdis PSSI terhadap pelaku match fixing hanya pengurangan 3 poin atau lebih sedikit hukumannya dari tidak datang bertanding ini menjadi contoh buruk ke depan. Klub-klub lain akan nekad melakukan hal yang sama dengan menghalalkan segala cara meraih kemenangan," tegasnya.

"Putusan Komdis PSSI ini sama saja mempermalukan Erick Thohir. Saya pikir agar komitmen Erick Thohir ini clear dan tidak dianggap lips service, ya jangan ragu mereformasi Komdis PSSI yang sudah jelas-jelas mempermainkan aturan. Ini kematian bagi penegakan hukum sepakbola," tandasnya. ***

wwwwww