Ida Mahmudah Soroti Pemenang Lelang Harga Terendah Picu Kualitas Buruk Pengerjaan
![]() |
| Ketua Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta, Ida Mahmudah. (Ist) |
Penulis: Azhari Nasution
Ida mengatakan, mekanisme tersebut bisa sangat berdampak tidak baik pada kualitas pekerjaan yang dilakukan. Padahal, dari sisi kesesuaian perencanaan dan hasil yang diinginkan pasti sudah dihitung Rencana Anggaran Biaya (RAB).
"Ini selalu perlu kita kritisi, kami tidak peduli siapa ya menang. Tapi, tentu keinginan kami adalah pekerjaan dari perencanaan yang sudah dilakukan bisa dieksekusi sebaik-baiknya dengan hasil terbaik," ujarnya, Senin (12/8) malam.
Ida menjelaskan, tidak sedikit pemenang lelang pembangunan fisik dengan penawaran di bawah 80 persen dari Pagu anggaran. Tentu, hal ini bisa kontraproduktif dengan keinginan agar kualitas bangunan sesuai perencanaan itu optimal.
"Ada pemenang tender itu dengan penawaran 79 persen belum dengan penghitungan pajak, baik PPN dan PPH yang bisa mencapai 13 persen," terangnya.
Menurutnya, dengan estimasi praktis hanya sekitar 66 persen untuk biaya pengerjaan maka kekhawatiran pembangunan fisik yang tidak maksimal menjadi sebuah keniscayaan.
"Ini yang menjadi kekhawatiran kami, untuk itu perlu ada solusi bersama," ungkapnya.
Ida mengusulkan agar Badan Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa (BPPBJ) Provinsi DKI Jakarta dapat melakukan komunikasi serius dengan tim perencanaan yang ada di Dinas. Jangan pemenang lelang ini sekadar penawar terendah.
"Kalau jauh dari Pagu anggaran dan hanya sekadar menang, sangat mungkin agar masih bisa dapat untuk pemenang lelang berbuat tidak baik, misalnya mengurangi spek atau kualitas bahan bangunan. Ini tidak kita inginkan," pungkasnya. (Riyan). ***
| Kategori | : | Kriminal, DKI Jakarta |













