Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
19 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
16 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
12 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
16 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
5
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
13 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
6
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
20 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Kriminal

Ida Mahmudah Soroti Pemenang Lelang Harga Terendah Picu Kualitas Buruk Pengerjaan

Ida Mahmudah Soroti Pemenang Lelang Harga Terendah Picu Kualitas Buruk Pengerjaan
Ketua Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta, Ida Mahmudah. (Ist)
Selasa, 13 Agustus 2024 09:17 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta, Ida Mahmudah menyoroti pemenang lelang pengadaan atau pekerjaan fisik dengan penawaran terendah.

Ida mengatakan, mekanisme tersebut bisa sangat berdampak tidak baik pada kualitas pekerjaan yang dilakukan. Padahal, dari sisi kesesuaian perencanaan dan hasil yang diinginkan pasti sudah dihitung Rencana Anggaran Biaya (RAB).

"Ini selalu perlu kita kritisi, kami tidak peduli siapa ya menang. Tapi, tentu keinginan kami adalah pekerjaan dari perencanaan yang sudah dilakukan bisa dieksekusi sebaik-baiknya dengan hasil terbaik," ujarnya, Senin (12/8) malam.

Ida menjelaskan, tidak sedikit pemenang lelang pembangunan fisik dengan penawaran di bawah 80 persen dari Pagu anggaran. Tentu, hal ini bisa kontraproduktif dengan keinginan agar kualitas bangunan sesuai perencanaan itu optimal.

"Ada pemenang tender itu dengan penawaran 79 persen belum dengan penghitungan pajak, baik PPN dan PPH yang bisa mencapai 13 persen," terangnya.

Menurutnya, dengan estimasi praktis hanya sekitar 66 persen untuk biaya pengerjaan maka kekhawatiran pembangunan fisik yang tidak maksimal menjadi sebuah keniscayaan.

"Ini yang menjadi kekhawatiran kami, untuk itu perlu ada solusi bersama," ungkapnya.

Ida mengusulkan agar Badan Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa (BPPBJ) Provinsi DKI Jakarta dapat melakukan komunikasi serius dengan tim perencanaan yang ada di Dinas. Jangan pemenang lelang ini sekadar penawar terendah.

"Kalau jauh dari Pagu anggaran dan hanya sekadar menang, sangat mungkin agar masih bisa dapat untuk pemenang lelang berbuat tidak baik, misalnya mengurangi spek atau kualitas bahan bangunan. Ini tidak kita inginkan," pungkasnya. (Riyan). ***

wwwwww