Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
22 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
6 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
5 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
6 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
5 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Aktivis Iqbal Ramadhan Bebas, Soroti Kekerasan dalam Aksi Demonstrasi

Aktivis Iqbal Ramadhan Bebas, Soroti Kekerasan dalam Aksi Demonstrasi
Iqbal Ramadhan dan ibunya Machica Mochtar. (Instagram)
Sabtu, 24 Agustus 2024 16:53 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Iqbal Ramadhan, seorang aktivis muda yang juga putra dari artis Machica Mochtar, akhirnya dapat kembali menghirup udara bebas setelah ditahan akibat terlibat dalam aksi demonstrasi yang mendukung keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Pilkada di DPR RI Jakarta, Kamis (22/8/2024) lalu.

Iqbal ditahan setelah ia mencoba membantu rekannya yang mengalami kekerasan dari aparat.

Setelah keluar dari Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya sekitar pukul 19.40 WIB, Jumat (23/8/2024), Iqbal tampak menutupi wajahnya saat menyapa awak media. Ia menceritakan kondisi fisiknya yang masih terluka akibat kekerasan yang dialaminya selama aksi.

"Halo, alhamdulillah keadaan membaik, cuma hidung masih patah dan kepala belakang masih sakit kena tendangan dan pukulan," ungkap Iqbal saat ditemui di Polda Metro Jaya.

Iqbal mengungkapkan bahwa insiden yang menimpanya berawal saat ia melihat seorang rekannya diseret oleh aparat keamanan setelah gerbang DPR jatuh dan massa mulai masuk ke dalam area gedung.

Ingatannya kembali ke tahun 2019, saat seorang rekannya mengalami koma akibat kekerasan dalam aksi demonstrasi serupa, memotivasinya untuk turun tangan.

"Saya teringat di tahun 2019, saat saya masih menjadi Ketua BEM di Universitas Al Azhar, seorang kawan mengalami koma dan kepalanya pecah saat aksi reformasi anti-korupsi. Karena ketakutan akan kejadian serupa, saya masuk untuk memastikan apakah yang diseret itu teman saya, dan benar, itu memang teman saya," cerita Iqbal.

Namun, tindakan Iqbal untuk mendampingi rekannya justru berujung pada penahanan dan kekerasan yang dialaminya. Meski begitu, Iqbal tetap teguh dan tidak menunjukkan rasa trauma atas peristiwa tersebut.

"Nggak sih, tentu tidak. Saya tidak merasa trauma. Justru ini memberikan saya pengalaman berharga. Saya jadi tahu bagaimana rasanya menjadi rakyat miskin yang tidak memiliki akses bantuan hukum. Ini memperkuat tekad saya untuk terus berjuang demi Indonesia yang lebih baik, dengan demokrasi yang lebih maju," ujar Iqbal dengan penuh semangat.

Kebebasan Iqbal Ramadhan bukan hanya menjadi kabar gembira bagi keluarganya, namun juga menjadi simbol penting dalam perjuangan demokrasi di Indonesia. (Yazid N). ***

wwwwww