Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
21 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
22 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
20 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
20 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
20 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
20 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Satria Duta dan Evi Yuliana Tampil Cemerlang di Olimpiade Catur 2024

Satria Duta dan Evi Yuliana Tampil Cemerlang di Olimpiade Catur 2024
Satria Duta. (Foto: FIDE Chess Official)
Kamis, 19 September 2024 22:03 WIB
Penulis: Azhari Nasution
BUDAPEST - Setelah sehari libur, Tim Catur Putra dan Putri Indonesia kembali bertanding di babak 7 Olimpiade Catur 2024.  Tim Catur Putra menghentikan perlawanan Hongkong, sementara Tim Catur Putri tunduk dari Tunisia.

Satria Duta Cahaya (2219) kembali menjadi pahlawan bagi tim putra Indonesia setelah menjadi satu-satunya pecatur Indonesia yang menang, sementara tiga rekannya yang lain berakhir remis.

Kemenangan Duta cukup dramatis. Lawannya, FM Daniel King Wai  Lam (2088) unggul satu bidak, lalu menawarkan remis di langkah 32. Namun Duta menolak karena posisinya sedang menekan, bidak lawan di e6 juga bisa setiap saat diambil.

Keputusan Duta ternyata tepat. Lawan yang kecewa tawaran remisnya ditolak kembali berpikir keras dan konsentrasi penuh tanpa sadar jamnya sudah lewat 90 menit, padahal baru 33 langkah. Duta acungkan tangan memanggil wasit yang sedang sibuk di meja sebelah.

"Saya sebagai kapten menghampiri. Setelah dicek memang benar, waktu 90 menit untuk 40 langkah sudah habis dan Daniel Lam King Wai baru mainkan 32 langkah.  Dia menepuk kepalanya dan memberi selamat Duta,"ujar Kristianu Liem, kapten tim putra Indonesia.

Menurut Kris, di atas kertas putra Indonesia seharusnya bisa menang mudah lawan Hong Kong, tetapidi atas papan tidakllah mudah. Partai papan 4,  Reynard Kristoper (2114) yang selalu main London System, waktunya justru tersisa 30 menit dalam 20 langkah, menghadapi lawan yang  berusia 12 thn Yiheng Li (1893). Beruntung partainya berakhir remis.

Zacky Dhia Ulhawq (2203) yang sejak pembukaan unggul satu bidak, ternyata tak mampu menang lawan Wang Ip Boris Chan (2017). Beritu juga pemain papan 1,  FM Andrean Susilodinata (2393) yang juga unggul satu bidak di permainan tengah , tak mampu menang dari CM Jamison Edrich Kao (2125). Keduanya remis. Sehingga angka  2½-1½ merupakan kemenangan yang maksimal di babak 7 bagi tim putra.

GoNews.co Eva Yuliana. (Foto: FIDE Chess
Eva Yuliana. (Foto: FIDE Chess Official)

Jika di tim putra ada Duta, di kelompok putri ada Evi Yuliana (1912). Ia menjadi satu-satunya pemain yang mampu meberikan poin penuh di babak ini.

Evi terus menekan lawannya, Meriem Ben Amor (1733) dan tidak memberi kesempatan sedikit pun kepadanya, sampai akhirnya Mariem  menyerah di langkah ke 29. Dengan pengumpulan 5,5 poin dari 7 babak, membuat Evi semakin dekat dengan gelar WFM.

"Partai Evi di meja 3 menjadi partai yang menarik karena ia mampu menyelesaikan permainannya dengan memanfaatkan potensi taktis yang ada. Diawali dengan  pengorbanan kualitas yang akhirnya menjadi  ancaman skakmat yang tak dapat diselamatkan lagi bagi lawannya,"ujar Lisa Lumongdong kapten tim putri Indonesia.

Di tiga partai lainnya, tm putri harus mengakui keunggulan tim Tunisia.  WCM Evi Lindiawati (1940) dan Angel Ruth Nugroho (1939) harus menyerah dari lawan-lawan mereka WFM Amen Miladi (1851) dan WCM Mesyssem Mefteh (1834).  Hasil lainnya Clementia Adeline (1550) yang ada di meja 4 sepakat remis di langkah ke 41 lawan yasmine Gamha (1679).

"Sebenarnya di babak tengah Angel sempat unggul materi 1 bidak, juga unggul posisi. Namun teknik penyelesaian permainan akhir menteri yang kurang sempurna, menyebabkan dia kalah. Permainan akhir menteri merupakan situasi yang rawan sehingga harus  ekstra hati-hati dan kalkulasi harus akurat,"ungkapLisa yang memberikan aapresiasi atas usaha keras Ange.

Di babak 8, Tiim Putra Indonesia akan melawan tim kuat Uruguay yang diperkuat 2 GM, 2 IM dan 1 FM. Sementara tim putri akan menghadapi Lebanon. ***

wwwwww