Ongen Sangaji Minta Sejumlah Persoalan di Jakarta Timur Segera Dituntaskan
![]() |
| Legislator DPRD DKI Jakarta, Mohamad Ongen Sangaji. (Ist) |
Kamis, 10 Oktober 2024 12:48 WIB
Penulis: Riyan
Penulis: Riyan
Legislator Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Mohamad Ongen Sangaji menyoroti sejumlah persoalan di Jakarta Timur yang harus mendapatkan perhatian serius dan segera dituntaskan.
Sejumlah persolan yang ada tersebut telah disampaikan Ongen saat pertemuan antara Legilator DPRD DKI Jakarta dari Dapil Jakarta Timur dengan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) dan Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimkot) setempat.
Ongen mengatakan, saat ini masih banyak jabatan lurah yang diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt). Kondisi ini, dinilai Ongen sangat tidak ideal.
"Ada lurah yang merangkap jabatan di dua wilayah. Saya yakin kinerjanya tidak maksimal, apalagi jika jarak tugasnya berjauhan," ujarnya, Kamis (10/10).
Ongen menegaskan, lurah merupakan ujung tombak pelayanan masyarakat yang harus selalu ada saat dibutuhkan, responsif terhadap permasalahan di tengah-tengah masyarakat.
"Contoh, ada Plt lurah di wilayah A, tapi menjadi kuasa anggaran dan pengadaan berada di kelurahan B. Bagaimana bisa maksimal kerjanya. Saya akan bawa temuan ini ke Komisi A agar segera kira panggil pihak terkait di Pemprov DKI Jakarta untuk bisa menjelaskan dan menyelesaikan secepatnya," terangnya.
Menurutnya, pemilihan Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) yang sudah masuk tahap pendaftaran harus dijalankan dengan baik.
"Demikian halnya jika ada pemilihan Ketua RW, jalan saja. Kami meyakini tidak akan menganggu proses Pilkada Jakarta," ungkapnya.
Ia meminta, proses dan mekanisme dijalankan sesuai aturan dan dipastikan tidak ada pungutan liar, termasuk dari panitia seleksi.
"Semua persyaratan atau berkas administrasi harus dicek betul, jangan sampai ada yang menggunakan ijazah palsu," bebernya.
Ongen juga menyoroti permasalahan tawuran yang masih kerap terjadi di Jakarta Timur. Bahkan, tidak jarang sampai ada korban luka hingga jiwa.
Salah satu upaya yang bisa menjadi solusi yakni menciptakan lapangan kerja yang seluas-luasnya. Pasalnya, banyak generasi muda terjerumus dalam tawuran karena merupakan pengangguran.
"Jakarta Timur itu banyak pabrik. Tapi seperti pepatah, ayam mati di lumbung padi. Banyak perusahaan justru merekrut pekerja dari wilayah penyangga. Belum memberikan prioritas kepada masyarakat sekitar," imbuhnya.
Ongen memaparkan, penanganan-penanganan di hilir tanpa mengurai masalah di hulunya tidak akan banyak meredam dan mencegah maraknya tawuran.
"Jadi kalau kita mau mencegah tawuran, cegah dulu dari sumbernya," pungkasnya.
| Editor | : | Azhari Nasution |
| Kategori | : | Badminton, SEA Games, DKI Jakarta |













