Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
17 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
14 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
14 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
4
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
18 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
5
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
10 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
6
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
11 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Plt Bupati Tapsel Diduga Cawe-cawe, Masyarakat Adat Protes

Plt Bupati Tapsel Diduga Cawe-cawe, Masyarakat Adat Protes
Aliansi Masyarakat Adat Tapanuli Selatan melakukan aksi di Kantor Bupati Tapsel. (Ist)
Senin, 11 November 2024 20:44 WIB
Penulis: Azhari Nasution

SIPIROK - Kelompok warga mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Adat Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara menduduki kantor bupati di wilayahnya di Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Sumut), Senin (11/11/2024).

Pemantauan, seribuan massa yang diketuai Adri Yunus Siregar ini mendatangi kantor bupati di Sipirok dengan mengendarai kendaraan roda dua, empat, dan bus.

Sambil membawa bendera Merah Putih, massa juga datang mengusung sejumlah spanduk, bahkan alat pengeras suara.

Massa menuding pelaksana tugas (Plt) Bupati Tapsel Rasyid Assad Dongoran diduga cawe-cawe dengan pasangan calon nomor 1 Gus Irawan - Jafar Syahbuddin pada Pilkada 2024.

Pada sejumlah spanduk yang terbentang bertuliskan, "Plt Bupati Tapsel dan pejabat ASN mencederai Pemilu di Tapsel, stop cawe-cawe, Plt Bupati Tapsel perusak demokrasi, jangan rusak pesta demokrasi jika jantan ayo bertarung, stop intimidasi berani bertarung jantan jangan banci", dan lainnya.

"Kami meminta agar Mendagri dan pihak berwenang segera menindak Plt Bupati Tapsel yang diduga kuat melakukan intervensi," seru massa.

Massa juga meminta agar aparat hukum menjaga netralitas, agar pelaksanaan Pilkada 27 November 2024 di Tapsel berjalan demokratis. "Biarkan rakyat menentukan pilihannya tanpa tekanan/intimidasi," ujar massa.

Faisal Reza Pardede dalam orasinya bersama Ardi Yunus Siregar, Rahmat Basri Siregar, Anwar Hutasuhut meminta untuk bisa bertemu Rasyid Assaf Dongoran.

"Kami tetap berharap agar Plt Bupati yang langsung menemui dan menjawab tuntutan kami, karena ini berkaitan dengan marwah Tapsel,"ucapnya yang disambut riuh massa pendemo.

Sekda Tapsel Sopyan Adil Siregar bersama Asisten 1 Hamdan Zein dihadapan massa mengatakan, agar tuntutan massa ini disampaikan ke pihak Sentra Penegakan Hukum Terpadu ( Gakkumdu).

Dengan penuh kekecewaan karena tidak bisa bertemu Plt Bupati Tapsel Rasyid Assaf Dongoran, massa yang datang sekira pukul 10.30 WIB akhirnya membubarkan diri sekira pukul 15.00 WIB dengan tertib.

Massa juga berjanji akan melakukan aksi yang sama dengan jumlah massa yang lebih besar lagi. Aksi unjuk rasa ini, diselingi berbagai lantunan lagu "Anakkokki do hamoraon diau."

Selain itu pengunjuk rasa juga mendengarkan audio rekaman melalui pengeras suara yang diduga suara Plt Bupati Tapsel Rasyid Assaf Dongoran yang menekan ke arah salah satu paslon. ***

wwwwww