Fahira Idris: Komitmen Paslon Rido Lepas Saham Bir Jadi Langkah Berani
![]() |
| Paslon RIDO pastikan jual saham bir Pemprov DKI di PT Delta Djakarta. (Ist) |
Jum'at, 15 November 2024 13:24 WIB
Penulis: Azhari Nasution
Penulis: Azhari Nasution
Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Fahira Idris mengapresiasi langkah berani pasangan calon Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) yang akan melepas kepemilikan saham Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di PT Delta Djakarta jika terpilih nantinya.
Sebagai Ketua Umum Gerakan Nasional Antimiras Fahira Idris mengatakan, PT Delta Djakarta merupakan pemegang lisensi produksi dan distribusi sejumlah merek bir.
"Tuntutan agar melepaskan kepemilikan saham milik bir milik Pemprov Jakarta sejak lama sudah menjadi aspirasi sebagian besar warga. Namun, aspirasi ini belum terealisasi, dikarenakan masih terkendala persetujuan bulat dari DPRD DKI Jakarta periode yang lalu," ujarnya, dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (15/11).
Fahira menjelaskan, komitmen pasangan RIDO yang akan melepaskan kepemilikan saham bir milik Pemprov jika terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur, menjadi salah satu pertimbangan penting bagi warga Jakarta dalam menentukan pilihannya pada Pilkada 27 November 2024 mendatang.
"Bagi saya, komitmen ini adalah langkah berani yang patut diapresiasi," terangnya.
Ia optimistis, pasangan RIDO didukung mayoritas parpol di DPRD DKI Jakarta dapat merealisasikan pengambilan keputusan untuk menjual saham bir di PT Delta Djakarta.
"InsyaAllah tidak akan menemui kendala. Saya sebagai Ketua Umum Gerakan Antimiras akan mengawal komitmen menjual saham bir ini sampai nanti terealisasi," tegasnya.
Menurutnya, sangatlah tidak elok sebuah institusi pemerintahan mempunyai saham di perusahaan minuman beralkohol. Di dunia, mungkin hanya Pemprov Jakarta satu-satunya institusi pemerintah yang punya saham di pabrik bir.
"Hasil dari kepemilikan saham di perusahaan bir ini keuntungannya tidak signifikan bagi APBD DKI Jakarta," bebernya.
Ia menilai, sudah tepat jika saham ini dilepas dan hasil penjualannya bisa dialokasikan untuk membangun fasilitas publik dan memenuhi kebutuhan dasar warga serta dialihkan untuk berinvestasi di bidang-bidang yang ada hubungannya dengan pembangunan misalnya investasi di bidang air bersih. Investasi di bidang air bersih ini, sesuai dengan status Pemprov Jakarta sebagai institusi pelayanan publik.
"Melalui cara melepas kepemilikan saham di perusahaan bir, Pemprov DKI Jakarta menunjukkan komitmennya melindungi anak dan remaja dari pengaruh buruk minuman beralkohol yang semakin hari semakin mengkhawatirkan. Itulah kenapa, penjualan saham bir, saat ini bukan lagi sekedar aspirasi, tetapi sudah menjadi tuntutan warga," ungkapnya.
Ketua Umum Ormas Bang Japar ini menuturkan, warga ingin Pemprov DKI Jakarta berinvestasi di bidang-bidang yang ada hubungannya dengan pembangunan, bukan berinvestasi di bidang yang tidak ada hubungan dengan kemaslahatan warga, apalagi berinvestasi di perusahaan bir.
"Jika dibanding dengan APBD DKI saat ini, sumbangan dana dari saham bir itu tidak berarti apa-apa. Jadi tidak perlu dipertahankan. Dananya jauh lebih berguna bila dipakai untuk pembangunan Jakarta sehingga langsung dirasakan manfaatnya oleh warga. Alhamdulilah aspirasi warga menjual saham bir ini ditangkap dengan baik oleh pasangan RIDO," pungkasnya.
Untuk diketahui, pasangan RIDO menandatangani 16 poin pakta integritas dalam Mudzakaroh Ulama dan Tokoh Jakarta yang mana salah satunya adalah mencabut kepemilikan saham milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta di PT Delta Djakarta secara keseluruhan.
Pakta integritas ini ditandatangani oleh Pasangan RIDO bersama Abuya KH Abdul Majid (perwakilan ulama) dan KH Muhammad Thamrin sebagai perwakilan tokoh sekaligus inisiator kegiatan.***
| Editor | : | Azhari Nasution |
| Kategori | : | KOI, DKI Jakarta |













