Serangan Udara Rusia di Suriah Renggut 19 Nyawa Warga Sipil
![]() |
| Bendera Suriah (REUTERS/Omar Sanadiki) |
Serangan udara tersebut dikabarkan sebagai bagian dari dukungan Rusia terhadap Presiden Bashar Al-Assad dalam menghadapi kelompok pemberontak yang terus melancarkan perlawanan di wilayah barat daya Suriah. Kelompok pemberontak utama yang terlibat dalam konflik ini adalah Hayat Tahrir Al-Sham, yang berideologi Islamis dan memiliki basis kekuatan di dekat perbatasan Turki.
Ketegangan Meningkat di Kawasan Perbatasan
Hayat Tahrir Al-Sham diketahui telah melakukan belasan serangan terhadap kota dan desa di barat daya Aleppo dalam beberapa pekan terakhir. Upaya ini merupakan serangan terbesar sejak lima tahun terakhir, menandai peningkatan eskalasi konflik di wilayah tersebut.
Dilaporkan Reuters, serangan kali ini memicu bentrokan besar antara pasukan pemerintah Suriah yang didukung Rusia dengan kelompok pemberontak. Serangan ini dianggap sebagai yang paling intens sejak gencatan senjata antara Rusia dan Turki pada Maret 2020.
Dalam pernyataannya, tentara Suriah mengungkapkan kerugian besar akibat serangan mendadak ini. Mereka menyebut bekerja sama dengan Rusia dan sekutu lainnya untuk memulihkan situasi dan merebut kembali wilayah yang dikuasai pemberontak.
Sumber lokal menyebutkan bahwa serangan udara Rusia tidak hanya menargetkan posisi pemberontak, tetapi juga menghancurkan sejumlah permukiman warga. Sebelumnya, pecahan misil dari serangan serupa juga melukai beberapa warga sipil.
Meningkatnya intensitas pertempuran di wilayah tersebut semakin memperburuk kondisi kemanusiaan, dengan ribuan warga sipil terjebak di tengah konflik. Banyak pihak kini menyerukan perlunya langkah diplomatik untuk meredakan ketegangan dan mencegah jatuhnya lebih banyak korban di masa mendatang. ***
| Editor | : | Hermanto Ansam |
| Sumber | : | detik.com |
| Kategori | : | Basket |













