Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
17 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
16 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
4
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
17 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
5
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
24 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
22 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  Sumatera Barat

Bunga Bangkai Raksasa Mekar di Agam Sumbar, Puncak Mekar 2,62 Meter

Bunga Bangkai Raksasa Mekar di Agam Sumbar, Puncak Mekar 2,62 Meter
Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Sumbar sedang berada di bunga bangkai jenis amorphophallus titanum mekar sempurna di kawasan hutan Cagar Alam Palupuh, Selasa (7/1/2024). (antara/ho-adi prima)
Selasa, 07 Januari 2025 18:44 WIB

LUBUK BASUNG  – Bunga bangkai jenis Amorphophallus titanum dengan tinggi mencapai 2,62 meter mekar sempurna di kawasan Cagar Alam Batang Palupuh, Nagari Koto Rantang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Bunga langka ini tumbuh di habitat bunga rafflesia, menambah kekayaan flora di kawasan konservasi tersebut.

Syahrul Fitra, Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, mengatakan bahwa bunga tersebut mencapai mekarnya pada hari kedua dengan lebar mencapai 95 cm.

“Bunga ini hanya akan mekar selama beberapa hari ke depan sebelum mulai layu atau membusuk,” ujar Syahrul, Selasa (6/1/2025).

Cagar Alam Batang Palupuh, dengan luas 3,4 hektare, telah menjadi kawasan konservasi flora langka sejak ditetapkan oleh Pemerintah Belanda pada 14 November 1930. Kawasan ini merupakan habitat bunga rafflesia arnoldii yang hampir setiap bulan mekar di area tersebut.

Keberadaan bunga bangkai di lokasi yang sama menjadikan kawasan ini semakin istimewa sebagai destinasi penelitian dan konservasi flora langka.

Dua Fase Kehidupan Bunga Bangkai

Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar, Ade Putra, menjelaskan bahwa bunga bangkai melalui dua fase kehidupan:

  • Fase vegetatif, di mana tanaman menghasilkan batang dan daun yang dapat bertahan hingga dua tahun.
  • Fase generatif, ketika tanaman berbunga, yang hanya berlangsung 7–10 hari.

“Bunga bangkai ini dilindungi sesuai UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Peraturan Menteri LHK No. 106 Tahun 2018,” tambah Ade.

Kabupaten Agam memiliki empat jenis bunga bangkai yang tersebar di berbagai wilayah, seperti Palupuh, Palembayan, Tanjung Raya, Lubuk Basung, dan Matur. Empat jenis itu adalah:

  1. Amorphophallus titanum
  2. Amorphophallus gigas
  3. Amorphophallus paoeniifolius
  4. Amorphophallus variabilis

Mekarnya bunga bangkai setinggi 2,62 meter ini menjadi peristiwa istimewa yang memperkuat keunikan biodiversitas Sumatera Barat dan sekaligus menegaskan pentingnya upaya konservasi. (ant)

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:e-Sports, Sumatera Barat
wwwwww