Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
22 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
22 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
21 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
10 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
21 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Home  /  Berita  /  Olympic

Mengapa Banyak Perusahaan Memecat Karyawan Gen Z di 2024? Ini Kata Pengusaha

Mengapa Banyak Perusahaan Memecat Karyawan Gen Z di 2024? Ini Kata Pengusaha
Senin, 13 Januari 2025 06:10 WIB
JAKARTA – Banyak perusahaan melaporkan pemecatan massal terhadap karyawan generasi Z (Gen Z) sepanjang 2024. Fenomena ini menjadi perhatian mengingat Gen Z dikenal kreatif, adaptif terhadap teknologi, dan berorientasi pada fleksibilitas. Namun, sejumlah tantangan dalam dunia kerja membuat perusahaan harus mengambil langkah tegas.

Berdasarkan laporan Intelligent, platform konsultasi pendidikan dan karier, enam dari 10 perusahaan yang disurvei mengakui telah memecat karyawan Gen Z, terutama lulusan baru. Alasan utamanya adalah kurangnya motivasi, profesionalisme, dan keterampilan komunikasi yang dianggap belum memadai.

Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Anggawira, menjelaskan bahwa pemecatan ini bukan semata-mata karena kinerja buruk, melainkan karena perbedaan antara harapan perusahaan dan gaya kerja Gen Z.

"Generasi Z sangat fleksibel dan inovatif, tetapi mereka juga memiliki ekspektasi tinggi terhadap lingkungan kerja. Kesenjangan antara hard skills dan soft skills seringkali menjadi hambatan, seperti manajemen waktu, komunikasi interpersonal, dan konsistensi kerja," ujar Anggawira, Jumat (10/1/2025).

Kesenjangan Budaya Kerja

Gen Z memiliki kelebihan dalam teknologi dan inovasi, tetapi beberapa perusahaan menilai generasi ini masih kurang dalam kemampuan bekerja dalam tim dan menghadapi tekanan kerja.

"Perusahaan merasa pekerja Gen Z belum cukup profesional dalam menyelesaikan tugas secara konsisten. Selain itu, komunikasi interpersonal juga menjadi tantangan," tambah Anggawira.

Namun, para pengusaha tidak sepenuhnya memandang fenomena ini secara negatif. Gen Z dianggap membawa perspektif baru dan pola pikir inovatif yang bisa menjadi aset bagi perusahaan. Anggawira juga menekankan pentingnya membangun profesionalisme di kalangan generasi muda ini.

"Manajemen waktu, etika kerja, dan disiplin tetap menjadi poin penting yang perlu diperhatikan," jelasnya.

Pendekatan Baru dalam Mengelola Karyawan Gen Z

Menghadapi tantangan ini, sejumlah perusahaan mulai mengubah pendekatan dalam manajemen karyawan. Program mentoring dan pelatihan menjadi solusi untuk menjembatani kesenjangan keterampilan.

"Perusahaan juga harus fleksibel dengan kebutuhan generasi muda. Menciptakan lingkungan kerja yang kolaboratif dan mendukung inovasi adalah kunci," kata Anggawira.

Ia menegaskan, kolaborasi antara perusahaan dan karyawan diperlukan untuk menciptakan ekosistem kerja yang sehat. Penyesuaian gaya manajemen dengan kebutuhan Gen Z dapat membawa manfaat besar bagi perkembangan perusahaan.

"Dengan memberikan ruang bagi Gen Z untuk tumbuh, perusahaan bisa memanfaatkan potensi mereka untuk menghasilkan inovasi yang lebih besar," pungkasnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:cnbcindonesia.com
Kategori:Olympic, Nasional
wwwwww