Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
20 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
19 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
19 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
19 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
19 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp16.275 per Dolar AS, Mata Uang Asia Cenderung Menguat

Rupiah Melemah ke Rp16.275 per Dolar AS, Mata Uang Asia Cenderung Menguat
Senin, 13 Januari 2025 11:33 WIB
JAKARTA – Rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Senin (13/1/2025). Mata uang Garuda dibuka di level Rp16.275 per dolar AS, melemah 85 poin atau 0,52 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Pelemahan rupiah terjadi di tengah penguatan mayoritas mata uang Asia. Yen Jepang mencatat kenaikan sebesar 0,16 persen, Yuan China naik 0,02 persen, Won Korea Selatan menguat 0,15 persen, dan Dolar Singapura naik 0,20 persen.

Meski demikian, tidak semua mata uang Asia berada di zona hijau. Baht Thailand tercatat melemah 0,10 persen, Peso Filipina turun 0,45 persen, sementara Dolar Hong Kong stagnan tanpa perubahan signifikan.

Mata Uang Global Menguat

Sementara itu, mata uang negara-negara maju menunjukkan tren positif pada perdagangan pagi ini. Euro Eropa menguat 0,23 persen, Poundsterling Inggris naik 0,03 persen, dan Franc Swiss mencatat kenaikan sebesar 0,18 persen.

Selain itu, Dolar Australia menguat 0,12 persen, dan Dolar Kanada juga mencatat kenaikan sebesar 0,18 persen. Tren penguatan ini menunjukkan optimisme pelaku pasar terhadap perekonomian global, yang semakin menekan posisi rupiah.

Faktor Penekan Rupiah

Analis menilai pelemahan rupiah dipengaruhi oleh sentimen global, termasuk penguatan dolar AS akibat ekspektasi kebijakan moneter The Federal Reserve yang lebih ketat. Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati kondisi ekonomi domestik, yang turut memberikan tekanan terhadap nilai tukar mata uang Indonesia.

Dengan kondisi ini, para pelaku pasar diimbau untuk terus memantau kebijakan ekonomi baik dari dalam maupun luar negeri, guna melihat peluang pemulihan nilai tukar rupiah di tengah dinamika pasar global. ***

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Ekonomi
wwwwww