Rupiah Melemah ke Rp16.275 per Dolar AS, Mata Uang Asia Cenderung Menguat
![]() |
Pelemahan rupiah terjadi di tengah penguatan mayoritas mata uang Asia. Yen Jepang mencatat kenaikan sebesar 0,16 persen, Yuan China naik 0,02 persen, Won Korea Selatan menguat 0,15 persen, dan Dolar Singapura naik 0,20 persen.
Meski demikian, tidak semua mata uang Asia berada di zona hijau. Baht Thailand tercatat melemah 0,10 persen, Peso Filipina turun 0,45 persen, sementara Dolar Hong Kong stagnan tanpa perubahan signifikan.
Mata Uang Global Menguat
Sementara itu, mata uang negara-negara maju menunjukkan tren positif pada perdagangan pagi ini. Euro Eropa menguat 0,23 persen, Poundsterling Inggris naik 0,03 persen, dan Franc Swiss mencatat kenaikan sebesar 0,18 persen.
Selain itu, Dolar Australia menguat 0,12 persen, dan Dolar Kanada juga mencatat kenaikan sebesar 0,18 persen. Tren penguatan ini menunjukkan optimisme pelaku pasar terhadap perekonomian global, yang semakin menekan posisi rupiah.
Faktor Penekan Rupiah
Analis menilai pelemahan rupiah dipengaruhi oleh sentimen global, termasuk penguatan dolar AS akibat ekspektasi kebijakan moneter The Federal Reserve yang lebih ketat. Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati kondisi ekonomi domestik, yang turut memberikan tekanan terhadap nilai tukar mata uang Indonesia.
Dengan kondisi ini, para pelaku pasar diimbau untuk terus memantau kebijakan ekonomi baik dari dalam maupun luar negeri, guna melihat peluang pemulihan nilai tukar rupiah di tengah dinamika pasar global. ***
| Editor | : | Hermanto Ansam |
| Kategori | : | Ekonomi |













