Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
22 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
21 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
21 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
21 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
10 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  Ekonomi

WEF Prediksi PHK Massal Terjadi dari 2025 Hingga 2030, Ini Penyebabnya

WEF Prediksi PHK Massal Terjadi dari 2025 Hingga 2030, Ini Penyebabnya
Ilustrasi/foto: shutterstock
Senin, 13 Januari 2025 07:14 WIB
JAKARTA – World Economic Forum (WEF) dalam laporannya mengungkapkan bahwa 41% perusahaan global berniat mengurangi jumlah tenaga kerja mereka pada periode 2025-2030. Kebijakan ini didorong oleh penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang semakin luas dalam dunia kerja.

Dilaporkan oleh CNN, Jumat (10/1/2025), survei terhadap ratusan perusahaan besar di seluruh dunia menunjukkan bahwa selain pengurangan tenaga kerja, sebanyak 77% perusahaan berencana melatih ulang karyawan mereka agar mampu bekerja dengan lebih efektif menggunakan AI.

"Kemajuan dalam teknologi AI dan energi terbarukan telah mengubah peta pasar tenaga kerja global. Profesi di bidang teknologi mengalami peningkatan permintaan, sedangkan pekerjaan tradisional seperti desainer grafis semakin tergerus," tulis laporan Future of Jobs Report yang dirilis WEF.

Profesi yang Terancam oleh AI

Direktur Pelaksana WEF, Saadia Zahidi, mengungkapkan bahwa sejumlah pekerjaan akan mengalami pengurangan besar-besaran, terutama di bidang administrasi, sekretariat, hingga layanan pos. Penggunaan AI generatif (GenAI) yang mampu menghasilkan teks, gambar, dan konten lain dengan efisiensi tinggi menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergeseran ini.

"Pekerjaan seperti desainer grafis dan sekretaris hukum termasuk yang paling terdampak oleh kapasitas AI generatif dalam mengerjakan tugas berbasis pengetahuan," ungkap Zahidi.

Peningkatan Kebutuhan Keterampilan AI

Namun, di sisi lain, perusahaan justru membutuhkan lebih banyak tenaga kerja yang memiliki keahlian terkait AI. Hampir 70% perusahaan global berencana merekrut pekerja baru untuk merancang dan meningkatkan teknologi AI. Selain itu, 62% perusahaan menyatakan niat mereka menambah karyawan yang memiliki keterampilan untuk bekerja secara optimal dengan teknologi AI.

Tren ini menunjukkan bahwa banyak perusahaan memilih pendekatan kolaborasi manusia-mesin ketimbang sepenuhnya menggantikan peran manusia dengan teknologi.

Perubahan Industri dengan AI

Meski memberikan peluang baru, pemanfaatan AI juga membawa dampak signifikan pada pekerjaan. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan teknologi besar seperti Dropbox dan Duolingo telah melakukan PHK dengan alasan optimalisasi melalui AI. Hal ini menunjukkan bahwa transisi menuju integrasi teknologi tidak terhindarkan di berbagai sektor.

Sebagai langkah adaptasi, WEF mendorong perusahaan untuk terus memberikan pelatihan kepada karyawan agar mampu bersaing di era transformasi digital yang semakin cepat.

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:detik.com
Kategori:Ekonomi
wwwwww