Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
19 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
18 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
23 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
20 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Olympic

Makna Isra Miraj, Menguatkan Komitmen Indonesia untuk Palestina

Makna Isra Miraj, Menguatkan Komitmen Indonesia untuk Palestina
Senin, 27 Januari 2025 21:01 WIB
Penulis: Mambang Yazid
JAKARTA – Peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW., bukan hanya menjadi tonggak spiritual umat Islam, tetapi juga mengandung pesan universal tentang keimanan, kepemimpinan, dan perjuangan melawan ketidakadilan. Sekjen DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aboe Bakar Al Habsyi pun menegaskan pentingnya refleksi atas makna Isra Miraj dalam konteks perjuangan kemanusiaan, khususnya pembebasan Palestina.

Lanjut dia, Isra Miraj yang membawa Nabi Muhammad dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha, menempatkan Masjidil Aqsa sebagai simbol keberkahan, keadilan, dan perdamaian. Dalam sejarah Islam, tanah Palestina dan wilayah Syam secara keseluruhan adalah tempat yang diberkahi dan menjadi tanggung jawab umat untuk menjaga dan memperjuangkannya.

"Masjidil Aqsa bukan hanya saksi sejarah Islam, tetapi juga simbol perjuangan melawan penjajahan dan ketidakadilan. Dukungan terhadap Palestina adalah amanat moral bangsa Indonesia yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. Penjajahan, dalam bentuk apa pun, harus dihapuskan," ujar pria yang akrab disapa Habib Aboe itu.

Lantas, ia mengingatkan kembali pesan tegas Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, yang menyatakan bahwa Indonesia akan terus melawan penjajahan Israel hingga Palestina merdeka. Komitmen ini, lanjut Habib Aboe, tidak hanya menjadi bagian dari politik luar negeri Indonesia tetapi juga cerminan nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan.

Lantas, Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI itu, juga menyoroti perhatian Presiden ke-8 RI, Prabowo Subianto terhadap isu Palestina, yang kerap menjadi sorotan dalam forum internasional. Presiden Prabowo, menurut Habib Aboe, selalu berdiri di garis depan dalam isu Palestina, menunjukkan perhatian global yang besar.

"Harapan dunia Islam kepada Indonesia di bawah kepemimpinan beliau (Prabowo) sangat tinggi.
Apalagi begitu keliling ke India, ke Bupara Negara Islam, ke G8, dan sebagainya, banyak harapan kepada presiden kita yang begitu fleksibel, super, bahasanya dengan lancar, ngomong dengan Trump (Presiden AS) dengan gaya yang rileks. Ini menjadi perhatian banyak dunia," tambah Anggota Komisi III DPR RI itu.

Dalam memperjuangkan Palestina, Habib Aboe menekankan tiga langkah strategis. Pertama, kebijakan luar negeri, menjadikan Indonesia sebagai suara lantang dalam forum internasional demi hak-hak rakyat Palestina.

Kedua, edukasi publik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya Palestina bagi umat Islam dan dunia. Ketiga, diplomasi global untuk membangun solidaritas internasional melalui kerja sama dengan negara-negara lain.

"Tiga poin ini juga terkandung dalam Isra Miraj yang selalu mengajarkan pentingnya solidaritas umat dan perjuangan keadilan," imbuh Legislator dari Dapil Kalimantan Selatan I itu seraya berharap peringatan Isra Miraj tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam memperjuangkan keadilan, baik di tingkat nasional maupun global. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Olympic, Nasional, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww