BKSDA Sumbar Kaji Pembukaan Jalur Pendakian Tiga Gunung untuk Umum, Prioritaskan Keselamatan
![]() |
| Gunung Marapi menyemburkan abu vulkanik dan erupsi sebanyak tujuh kali hingga Sabtu (7/1/2023) siang. (antara/dokumen pribadi/am) |
“Kami sedang melakukan kajian mendalam terkait pembukaan jalur pendakian Gunung Singgalang, Tandikat, dan Sago Malintang. Fokus kami adalah memastikan semua aspek keselamatan terpenuhi,” ujar Kepala Sub Bagian Tata Usaha BKSDA Sumbar, Dian Indriati, di Padang, Sabtu (1/2/2025).
Kajian yang dilakukan BKSDA mencakup pemasangan rambu-rambu pendakian, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), serta penyediaan fasilitas pendukung seperti jalur evakuasi dan tempat perlindungan darurat. "Kami ingin memastikan pendaki merasa aman dan nyaman saat menikmati keindahan alam Sumatera Barat," tambah Dian.
Selain memperhatikan aspek keselamatan, pembukaan jalur pendakian ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar. “Pendakian yang dikelola dengan baik bisa menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat lokal, seperti pemandu pendakian, penyedia jasa transportasi, hingga pelaku usaha kecil di sekitar gunung,” jelasnya.
Di sisi lain, BKSDA menegaskan bahwa Gunung Marapi, yang juga berada di bawah pengelolaannya, tetap ditutup untuk pendakian. Gunung setinggi 2.891 meter di atas permukaan laut (MDPL) ini ditutup permanen setelah melalui berbagai pertimbangan dan kesepakatan dengan pemerintah daerah serta instansi terkait.
Namun, jika aktivitas vulkanik Gunung Marapi menurun ke Level I, BKSDA akan kembali mengkaji kemungkinan pembukaan jalur pendakian dengan sejumlah pembatasan. “Kalaupun dibuka kembali, pendaki hanya diizinkan beraktivitas di luar radius tiga kilometer dari pusat erupsi Kawah Verbeek,” ujar Dian.
Asisten Ombudsman Sumbar, Adel Wahidi, menambahkan bahwa keputusan menutup permanen Gunung Marapi adalah langkah preventif untuk memastikan keselamatan masyarakat. "Kami khawatir masih ada pendaki yang nekat naik karena menganggap status gunung sudah aman. Penutupan ini adalah pesan tegas bahwa keselamatan adalah prioritas," katanya.
Adel juga menyebut bahwa penutupan ini merupakan hasil kesepakatan bersama antara BKSDA Sumbar, Pemerintah Kabupaten Agam, dan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar. "Langkah ini penting untuk memastikan tidak ada lagi pendakian ilegal yang membahayakan nyawa pendaki," tegasnya.
BKSDA Sumbar berharap dengan kajian yang matang dan koordinasi dengan berbagai pihak, pembukaan jalur pendakian di tiga gunung tersebut dapat dilakukan dengan aman dan memberikan manfaat bagi semua pihak. Pengumuman resmi terkait pembukaan jalur pendakian akan disampaikan setelah kajian selesai. (ant)
| Editor | : | Hermanto Ansam |
| Kategori | : | Olympic, Sumatera Barat |













