Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
20 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
8 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
3
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
9 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
9 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
8 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Korporasi

Air Siap Minum PAM Jaya Jadikan Jakarta Kota Maju di Dunia

Air Siap Minum PAM Jaya Jadikan Jakarta Kota Maju di Dunia
Ahli Planologi Universitas Trisakti, Nirwono Yoga (Ist)
Minggu, 02 Februari 2025 20:47 WIB
Penulis: Azhari Nasution
Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PAM) Jaya terus menyempurnakan layanan. Sehingga, suplai air yang diberikan kepada masyarakat bisa langsung di minum tanpa perlu di masak lagi.

Ahli Planologi, Nirwono Yoga mengatakan, 

layanan air siap minum langsung dari keran-keran sudah diterapkan di Singapura, Melbourne, Sydney, dan Tokyo.
 
"Pelayanan dari kota maju di dunia. Salah satunya menyediakan air yang bisa langsung di minum dari keran," ujarnya, dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (2/1).
 
Ia optimistis, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PAM Jaya bisa mewujudkan mimpi tersebut. Apalagi, peningkatan pelayanan kepada pelanggan merupakan suatu keniscayaan setelah adanya penyesuaian tarif air sejak Januari 2025 ini.
 
"Kenaikan tarif ⁠harus mampu mendorong peningkatan layanan kualitas-kuantitas dan kontinuitas ketersediaan air bersih yang memadai dan layak pakai," tuturnya.
 
Ia menegaskan, kenaikan tarif PAM Jaya juga perlu diiringi dengan sosialisasi yang tepat kepada masyarakat. Harapannya, informasi yang diberikan dapat jelas dan dipahami sehingga tidak ada penolakan.
 
Sosialisasi yang dimaksud misalnya penghuni apartemen maupun kondominium tetap dikenakan tarif K3 (niaga), bukan K2 (rumah tangga). Biasanya penghuni unit tersebut memiliki latar belakang ekonomi mampu.
 
"Untuk penghuni apartemen tetap dikenakan tarif K3 agar dapat memberikan subsidi golongan K1 (sosial) dan K2," beber alumnus Universitas Trisakti ini.
 
Nirwono meminta PAM Jaya untuk mengakselerasi pembangunan perpipaan, agar target 100 persen layanan bisa tercapai pada 2030 mendatang. Kemudian, diperlukan jaringan kawasan industri, komersial, perkantoran, pusat perbelanjaan hingga ke seluruh rumah tangga di Jakarta.
 
"Sebaiknya pembangunan pipa diutamakan dulu bagi kawasan Jakarta bagin utara agar dapat terlayani 100 persen, diikuti penghentian pemompaan air tanah yang bisa menyebabkan penurunan muka tanah," imbuhnya.
 
Diketahui, Pj Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi menyampaikan keinginannya agar ke depan air PAM Jaya tidak hanya digunakan untuk mandi warga. Akan tetapi, lanjut Teguh, juga bisa diminum seperti air kemasan.
 
"Mungkin masih ada air PAM Jaya yang digunakan untuk mandi, tetapi ke depan, kita dukung agar PAM Jaya bisa menyediakan air minum melalui berbagai dispenser di tempat-tempat publik. Selain itu, PAM Jaya juga berencana membuat air minum kemasan seperti yang di Food Station, dan tentu kami dukung," ucapnya.
 
Berikut perincian tarif air PAM Jaya yang berlaku di Jakarta per Januari 2025,:
1. Kelompok pelanggan KI (bangunan sosial, rumah tangga sangat sederhana I, hidran kebakaran)
* Penggunaan air 0-10 meter kubik: Rp1.000 per meter kubik
* Penggunaan air 11-20 meter kubik: Rp1.500 per meter kubik
* Penggunaan air lebih dari 20 meter kubik: Rp1.700 per meter kubik.
 
2. Kelompok pelanggan di rumah susun sangat sederhana
* Penggunaan air 0-10 meter kubik: Rp1.000 per meter kubik
* Penggunaan air 11-20 meter kubik: Rp2.000 per meter kubik
* Penggunaan air lebih dari 20 meter kubik: Rp3.000 per meter kubik.
 
3. Kelompok pelanggan rumah tangga sangat sederhana II
* Penggunaan air 0-10 meter kubik: Rp1.500 per meter kubik
* Penggunaan air 11-20 meter kubik: Rp3.000 per meter kubik
* Penggunaan air lebih dari 20 meter kubik: Rp5.550 per meter kubik.
 
4. Kelompok pelanggan rumah susun sederhana sewa-pemerintah
* Penggunaan air 0-10 meter kubik: Rp1.050 per meter kubik
* Penggunaan air 11-20 meter kubik: Rp7.450 per meter kubik
* Penggunaan air lebih dari 20 meter kubik: Rp7.450 per meter kubik.
 
5. Kelompok pelanggan rumah tangga sederhana I
* Penggunaan air 0-10 meter kubik: Rp3.550 per meter kubik
* Penggunaan air 11-20 meter kubik: Rp6.750 per meter kubik
* Penggunaan air lebih dari 20 meter kubik: Rp7.500 meter kubik.
 
6. Kelompok pelanggan rumah tangga sederhana II
* Penggunaan air 0-10 meter kubik: Rp4.000 per meter kubik
* Penggunaan air 11-20 meter kubik: Rp7.500 per meter kubik
* Penggunaan air lebih dari 20 meter kubik: Rp9.500 per meter kubik.
 
7. Kelompok pelanggan rumah tangga menengah I
* Penggunaan air 0-10 meter kubik: Rp4.900 per meter kubik
* Penggunaan air 11-20 meter kubik: Rp9.500 per meter kubik
* Penggunaan air lebih dari 20 meter kubik: Rp12.500 per meter kubik.
 
8. Kelompok pelanggan rumah tangga menengah II
* Penggunaan air 0-10 meter kubik: Rp6.000 per meter kubik
* Penggunaan air 11-20 meter kubik: Rp10.500 per meter kubik
* Penggunaan air lebih dari 20 meter kubik: Rp14.000 per meter kubik.
 
9. Kelompok pelanggan rumah tangga di atas menengah I
* Penggunaan air 0-10 meter kubik: Rp6.825 per meter kubik
* Penggunaan air 11-20 meter kubik: Rp12.500 per meter kubik
* Penggunaan air lebih dari 20 meter kubik: Rp17.500 per meter kubik.
 
10. Kelompok pelanggan rumah tangga di atas menengah II
* Penggunaan air 0-10 meter kubik: Rp8.600 per meter kubik
* Penggunaan air 11-20 meter kubik: Rp15.000 per meter kubik
* Penggunaan air lebih dari 20 meter kubik: Rp20.000 per meter kubik. ***

wwwwww