Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
10 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
22 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
3
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
10 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
11 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
10 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
20 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  Basket

Pesawat Ambulans Jatuh di Philadelphia, Enam Orang Tewas di Tempat

Pesawat Ambulans Jatuh di Philadelphia, Enam Orang Tewas di Tempat
Minggu, 02 Februari 2025 10:04 WIB
PHILADELPHIA – Sebuah pesawat ambulans udara yang membawa enam orang jatuh dan terbakar di dekat Roosevelt Mall, timur laut Philadelphia, Jumat malam (31/1/2025). Tidak ada satu pun penumpang yang selamat dalam insiden tragis tersebut.

Pesawat jenis Learjet 55 yang dioperasikan Jet Rescue Air Ambulance ini mengangkut seorang pasien anak, ibunya, serta empat kru medis termasuk pilot, kopilot, seorang dokter, dan paramedis. Perusahaan mengonfirmasi seluruh penumpang meninggal dunia di tempat kejadian.

"Kami sangat berduka atas kehilangan yang dialami keluarga pasien dan kru kami. Hati kami bersama mereka semua," demikian pernyataan resmi Jet Rescue Air Ambulance yang dikutip NBC News.

Kementerian Luar Negeri Meksiko mengonfirmasi bahwa seluruh korban adalah warga negara Meksiko. Menurut juru bicara perusahaan, Shai Gold, anak tersebut baru saja menyelesaikan perawatan penyelamatan nyawa di Rumah Sakit Shriners Children's Philadelphia dan sedang dalam perjalanan kembali ke Meksiko. "Pasien sudah pulih dan siap pulang. Kami dikontrak untuk membawanya pulang dengan selamat," katanya.

Pesawat tersebut dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Tijuana sebelum pasien melanjutkan perjalanan dengan ambulans darat. Namun, pesawat jatuh sekitar pukul 18.30 waktu setempat, sesaat setelah lepas landas dari Bandara Philadelphia Timur Laut menuju Bandara Nasional Springfield-Branson di Missouri.

Detik-Detik Kecelakaan Terekam Kamera

Kecelakaan tersebut mengakibatkan kobaran api besar dan asap pekat membumbung di udara. Saksi mata melaporkan melihat bola api besar sesaat setelah pesawat menghantam tanah. Rekaman dari kamera keamanan rumah sekitar menunjukkan pesawat menukik tajam sebelum jatuh dan meledak.

Todd Sheridan Yeary, mantan pengendali lalu lintas udara FAA, menyebut kemungkinan besar kecelakaan ini disebabkan oleh kegagalan sistem secara tiba-tiba. "Ada kerusakan serius yang terjadi setelah pesawat lepas landas," katanya kepada NBC News NOW. Ia menambahkan bahwa Learjet 55 dikenal sebagai pesawat yang andal dan kecelakaan seperti ini sangat jarang terjadi.

Kerusakan di Permukiman, Beberapa Warga Luka-Luka

Wali Kota Philadelphia, Cherelle Parker, menyebutkan beberapa rumah dan kendaraan di sekitar lokasi kejadian mengalami kerusakan. Enam warga yang berada di sekitar lokasi mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke Rumah Sakit Universitas Temple. Tiga orang dilaporkan dalam kondisi stabil, sementara tiga lainnya telah dipulangkan setelah mendapatkan perawatan.

Gubernur Pennsylvania, Josh Shapiro, menyatakan bahwa sumber daya negara bagian telah dikerahkan untuk membantu respons darurat dan pemulihan di lokasi kejadian. "Kami bekerja sama dengan otoritas setempat untuk memastikan semua kebutuhan darurat terpenuhi," ujarnya.

Badan Cuaca Nasional AS melaporkan bahwa kecelakaan terjadi di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat, dengan hujan ringan, kabut, dan angin kencang hingga 30 mil per jam.

Penyelidikan Masih Berlangsung

Administrasi Penerbangan Federal (FAA) dan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) telah memulai penyelidikan untuk mengungkap penyebab kecelakaan ini. NTSB akan memimpin proses investigasi lebih lanjut, sementara otoritas lokal terus melakukan upaya pembersihan puing-puing di lokasi.

Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah kecelakaan udara fatal lainnya di AS, ketika sebuah jet penumpang bertabrakan dengan helikopter Black Hawk milik Angkatan Darat AS di atas Sungai Potomac, Washington, yang menewaskan 67 orang. (ant)

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Basket
wwwwww