Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
7 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
7 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
7 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
7 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Nasional

Senator Dailami: Pengecer LPG 3 Kilogram Perlu Tetap Ada

Senator Dailami: Pengecer LPG 3 Kilogram Perlu Tetap Ada
Wakil Ketua Komite III DPD RI, Dailami Firdaus. (Ist)
Senin, 03 Februari 2025 22:04 WIB
Penulis: Azhari Nasution
Wakil Ketua Komite III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPD) RI, Dailami Firdaus turut menyoroti terkait penjualan LPG ukuran tiga kilogram bersubsidi yang hanya boleh dilakukan pangkalan.

Dailami mengatakan, kebijakan tersebut belum tepat dilakukan karena pangkalan yang bekerjasama resmi dengan PT Pertamina belum cukup banyak.

 
"Keberadaan pengecer masih diperlukan saat ini. Apalagi, di daerah-daerah yang memang jauh dari pangkalan," kata Dailami, Senin (3/2).
 
Dailami menjelaskan, hal ini sebagaimana terjadi terhadap penjual bensin, terutama di daerah-daerah pelosok yang belum ada POM bensin.
 
"Keberadaan pengecer ini akan memudahkan konsumen. Biarkan konsumen yang memilih, membeli di pangakalan dengan harga murah atau di pengecer dengan harga lebih tinggi," ucapnya.
 
Menurutnya, jumlah pangkalan LPG bersubsidi ukuran tiga kilogram yang belum ideal juga akan berdampak terhadap terjadinya antrean pembelian.
 
"Antrean ini bisa menimbulkan adanya persepsi kelangkaan. Padahal, faktanya tidak terjadi kelangkaan, tapi hanya banyak pembeli di satu tempat yang menyebabkan antrean," imbuh Dailami.
 
Senator dari Dapil DKI Jakarta ini menambahkan, pemerintah perlu memperbaiki rantai distribusi dan menerapkan kebijakan yang tidak meresahkan masyarakat.
 
"Kalau memang harus pangkalan ya perlu dipermudah atau difasilitasi para pengecer untuk menjadi pangkalan," terangnya.
 
Tidak kalah penting, Dailami menegaskan, LPG sebagai bahan bakar untuk memasak harus tersedia di tempat yang buka hingga malam hari.
 
"Waktu memasak ini sangat beragam, jangan sampai ketika gas habis masyarakat kesulitan karena tempat pembelian tutup," ungkapnya.
 
Ia meminta, kementerian dan lembaga terkait bersama pemerintah daerah dapat mengantisipasi dan menindak tegas apabila ada oknum yang melakukan penimbunan LPG ukuran tiga kilogram. Termasuk, jika digunakan oleh mereka yang tidak sesuai kriteria.
 
"Jangan sampai ada oknum yang mencari keuntungan dibalik penderitaan warga. Harus ditindak tegas," pungkas Dailami.

wwwwww