Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
13 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
4 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
4 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
3 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
4 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Lagi, PSIS Semarang Dipaksa Kerja Ekstra Keras Hadapi Persib Bandung

Lagi, PSIS Semarang Dipaksa Kerja Ekstra Keras Hadapi Persib Bandung
Pelatih PSIS Semarang, Gilbert Agius. (dok.ligaindonesiabaru)
Selasa, 04 Februari 2025 17:17 WIB
Penulis: M Syahrisad Nasution
SEMARANG – Usai mengalami kekalahan dari Dewa United FC, PSIS Semarang dipastikan akan harus kembali kerja ekstra keras. Ini karena pada laga pekan ke-22 nanti, Septian David Maulana dan kawan-kawan akan berhadapan dengan penguasa puncak klasemen sementara, Persib Bandung.

Laga antara PSIS melawan Persib sesuai jadwal, akan digelar di Stadion Jatidiri Semarang, Jawa Tengah, Minggu (9/2//2025) mendatang.

PSIS dipaksa harus mengakui keunggulan Dewa United FC dengan skor 1-4 pada laga pekan ke-21 BRI Liga 1 2024/2025 di Stadion Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, Senin (3/2/2025) malam.

Meski tampil di kandang sendiri, PSIS tak mampu banyak berkutik. Tim asuhan pelatih Gilbert Agius sebenarnya mampu unggul lebih dulu di menit ke-5 lewat gol dari Sudi Abdallah di menit ke-5 setelah memaksimalkan assist dari Lucas Barreto. 

Namun kemudian Dewa United mampu lebih berkembang dan mampu mencetak empat gol balasan lewat hattrick Alex Martins menit ke-37, 45 dan 50. Sebiji gol lainnya dicetak oleh Ricky Kambuaya menit ke-90+4.

Kekalahan ini membuat PSIS untuk sementara masih tertahan di peringkat ke-13 debgan 21 poin. Dari 21 laga, PSIS mencatat 6 kali menang, 3 kali imbang dan 12 kali kalah. 

Ini hanya terpaut 4 poin saja dari Semen Padang FC yang ada di peringkat ke-16 alias batas zona merah degradasi dengan koleksi 17 poin. 

“Kami bermain melawan salah satu tim terbaik di Indonesia saat ini. PSIS dipaksa untuk banyak lakukan counter attack di pertandingan kali ini dan kami punya peluang lebih dari 1 gol. Tapi sayangnya Dewa United memang tampil lebih baik,” kata pelatih PSIS, Gilbert Agius.

Diakui pelatih asal Malta itu, PSIS sebenarnya sudah berjuang untuk dapat mengantisipasi gelombang serangan dari Dewa United. 

“Sebenarnya gol dari Dewa United bisa kita antispasi. Saat permainan kita mulai membaik, sayangnya Dewa United malah bisa kembali menambah gol,” ucap Gilbert Agius lagi. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Non Olympic, Sepakbola, Jawa Tengah
wwwwww