Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
21 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
22 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
3
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
22 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
4
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
21 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
5
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
6
Makan Konate Menerima Kekalahan Lapang Dada
Sepakbola
23 jam yang lalu
Makan Konate Menerima Kekalahan Lapang Dada
Home  /  Berita  /  Sepakbola

Punya Jagoan Calon Ketua Umum PP Pertina, Ballo Usulkan Punya Padepokan Tinju Amatir

Punya Jagoan Calon Ketua Umum PP Pertina, Ballo Usulkan Punya Padepokan Tinju Amatir
Petinju Olimpiade Atlanta 1996 dan Olimpiade Sydney 2000, Hermensen Ballo. (dok. pribadi)
Minggu, 16 Februari 2025 16:04 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Petinju Olimpiade Atlanta 1996 dan Olimpiade Sydney 2000, Hermensen Ballo sepakat dengan pendapat mantan Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Kabid Binpres) PP Pertina Ucok Sitompul yang menyebut calon figur ketua umum PP Pertina periode 2025-2029 harus memiliki hati dan dana. Pasalnya, pemerintah sudah melakukan efisiensi anggaran buat pembinaan olahraga.

"Ya, calon figur Ketua Umum PP Pertina memang harus punya hati dan dana. Apalagi, kita sudah tidak bisa lagi mengandalkan dana dari pemerintah yang telah melakukan efisiensi. Tanpa syarat itu mustahil prestasi dicapai. Dulu, prestasi tinju amatir Indonesia maju karena dipimpin figur yang punya komitmen, perhatian terhadap petinju dan punya dana untuk menjalankan program pembinaan. Jadi, apa yang disampaikan Ucok Sitompul itu memang benar," kata Hermensen Ballo yang dihubungi Minggu (16/2/2025).

Tidak hanya berbicara kriteria figur ketua umum PP Pertina, tetapi Ballo juga mengaku sudah memiliki figur cocok dan bersedia untuk dicalonkan dalam Musyawarah Nasional (Munas) Pertina yang bakal digelar tahun 2025 ini.

"Kita sudah punya jagoan yang cocok dan bisa membangun tinju amatir Indonesia. Bahkan, beliau juga sudah menyatakan kesediaannya untuk dicalonkan nanti," kata Ballo yang engan menyebut nama figur yang dijagokannya.

Kemunduran prestasi tinju amatir Indonesia, kata Hermensen Ballo, disebabkan tidak jalannya program pembinaan tinju di era kepemimpinan Komaruddin Simanjuntak. Bahkan, Ballo menyebut hanya sekali kejurnas yang dilaksanakan pada era kepemimpinan Komarudin Simanjuntak.

"Saya mencatat PP Pertina hanya menggelar kejurnas tahun 2022 saja. Lalu, pada tahun 2023 hanya mengandalkan Prakualifikasi PON 2024 Sumut-Aceh sedangkan tahun 2024 tidak menggelar kejurnas dan juga tidak mengirimkan petinju ke babak kualifikasi Olimpiade di Thailand 2024. Makanya, target meloloskan petinju ke Olimpiade Paris 2024 tidak tercapai," kata Ballo.

Kini, Indonesia sudah 5 pelaksanaan Olimpiade tidak berhasil meloloskan petinju. Terakhir, Bonix Saweho yang tampil di Olimpiade Athena 2004.

Untuk mengembalikan kejayaan tinju amatir indonesia, kata Ballo, dibutuhkan dana cukup besar dalam menjalankan program pembinaan termasuk menggelar kompetisi dalam negeri dan mengirimkan petinju ke event internasional. Kemudian, menggelar pelatnas dan Trainning Camp di luar negeri. Makanya, dia mengusulkan PP Pertina harus memiliki Padepokan Tinju Amatir Indonesia seperti halnya Padepokan Pencak Silat Indonesia, Padepokan Judo Indonesia, dan Padepokan Bulutangkis Indonesia.

"Dulu di era pak Sahala Rajagukguk dan pak Paul Toding,kita punya tempat pelatnas di Sasana Wiradharma. Tetapi, itu kan bukan milik PP Pertina. Makanya, saya ingin figur ketua umum PP Pertina nanti bisa mengupayakan pendirian Padepokan Tinju Amatir Indonesia yang menjadi milik PP Pertina sehingga biaya pelatnas bisa dikurangi," imbuhnya.

"Sasana Wiradharma yang berada di Jln Kebagusan 3 Gg Bakso Pasar Minggu, Jakarta Selatan itu masih bisa dibeli, tinggal nego saja. Atau Villanya milik mantan Ketua Harian PP Pertina Almarhum Pak Imron ZS di Bantar Kambing Bogor, Jawa Barat. Itu luas sekali dan fasilitasnya juga banyak. Tinggal renovasi dikit saja," tutupnya. ***

wwwwww