Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
16 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
15 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
15 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
4
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
16 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
5
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
23 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  PON

Bank DKI Lakukan Pemeliharaan Sistem, Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta

Bank DKI Lakukan Pemeliharaan Sistem, Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
Stafsus Gubernur DKI Jakarta, Cyril Raoul Hakim. (Ist)
Senin, 07 April 2025 15:22 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Dalam rangka memperkuat sistem keamanan transaksi digital dan meningkatkan keandalan infrastruktur layanan, Bank DKI tengah melakukan pemeliharaan sistem e-channel secara menyeluruh. Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yang diwakili oleh Staf Khusus Gubernur Bidang Komunikasi Publik, Cyril Raoul Hakim atau yang akrab disapa Chico Hakim.

“Pemeliharaan ini merupakan bentuk kehati-hatian demi menjaga keamanan dana nasabah. Saat ini yang terdampak hanya layanan transfer antar bank dan QRIS, sedangkan ATM tetap berfungsi normal. Justru ini langkah proaktif untuk melindungi nasabah,” ujar Chico di Jakarta, baru-baru ini.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno juga terus memantau perkembangan situasi ini. Chico memastikan bahwa komunikasi intensif terus dilakukan dengan pihak manajemen Bank DKI guna mempercepat normalisasi layanan.

“Gubernur dan Wakil Gubernur memberikan perhatian penuh dan berharap layanan digital, termasuk JakOne Mobile, dapat segera kembali normal,” tambahnya.

Terkait kabar yang beredar soal potensi serangan siber, Chico menegaskan bahwa hingga kini tidak ada informasi resmi yang mengarah pada dugaan tersebut.

“Kami tidak ingin berspekulasi. Yang jelas, koordinasi terus dijalankan untuk memastikan semua proses berjalan aman dan terkendali,” tegasnya.

Pihak Bank DKI dalam keterangan resminya menyampaikan bahwa pemeliharaan sistem ini adalah bagian dari upaya preventif untuk memastikan keamanan dan kenyamanan nasabah dalam jangka panjang.

Manajemen juga menjamin bahwa dana serta data nasabah tetap aman selama proses berlangsung.

Sebagai bentuk komitmen pelayanan, Bank DKI membuka berbagai saluran komunikasi bagi nasabah yang mengalami kendala. Nasabah dapat menghubungi Call Center di 1500-351, mengunjungi kantor cabang terdekat, atau menyampaikan pesan langsung melalui media sosial resmi Bank DKI.

Selain itu, menyambut periode libur Lebaran, Bank DKI juga akan menerapkan layanan operasional terbatas pada tanggal 31 Maret, 1-5 April, dan 7 April 2025.

Layanan ini mencakup pembukaan rekening, tarik/setor tunai, pemindahbukuan antar rekening, serta penanganan pengaduan nasabah di kantor-kantor cabang tertentu.

Bank DKI juga mengoperasikan lebih dari 750 unit ATM yang tersebar di berbagai lokasi strategis di Jakarta dan kota-kota besar lainnya seperti Bandung, Semarang, Solo, Gresik, Sidoarjo, dan Lampung.

Hal ini menjadi wujud nyata dari komitmen Bank DKI untuk terus hadir mendampingi kebutuhan transaksi masyarakat, kapan pun dan di mana pun.

Bank DKI juga mengimbau seluruh nasabah untuk tetap waspada terhadap potensi penipuan digital, serta senantiasa menggunakan kanal resmi dalam memperoleh informasi dan layanan. ***

wwwwww