Tragedi di Pantai Tiku Sumbar, Satu Pelajar Tewas dan Dua Masih Hilang Terseret Arus
![]() |
| Tim Gabungan Pemkab Agam sedang mengevakuasi korban tenggelam. (antara/ho-bpbd agam) |
LUBUKBASUNG – Keceriaan sekelompok pelajar asal Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, berubah menjadi duka mendalam. Sebanyak 15 pelajar terseret arus saat mandi di Pantai Ujuang Tanjuang, Jorong Pasia Tiku, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara, Sabtu (12/4/2025). Satu orang dinyatakan meninggal dunia, dua masih belum ditemukan, dan 12 lainnya selamat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Ichwan Pratama Danda, mengatakan korban yang meninggal dunia adalah Arya Faras Caswa (16), sementara dua pelajar lainnya, Dani Defrinaldi (17) dan Jordan Ramadhan (16), masih dalam pencarian.
“Tim gabungan dari berbagai unsur masih menyisir area pantai dan laut sekitar lokasi kejadian. Kami berharap kedua korban segera ditemukan,” ungkap Ichwan di Lubukbasung.
Insiden itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, saat rombongan pelajar berjumlah 16 orang sedang mandi di pantai. Tidak lama berselang, gelombang tinggi datang dan menyeret 15 orang dari mereka ke tengah laut.
Beruntung, upaya cepat dari tim penyelamat dan warga sekitar berhasil menyelamatkan 12 pelajar. Dua di antaranya, Adam Habibie (15) dan Hafiz Akbar (16), masih dirawat di Puskesmas Tiku karena kelelahan dan syok. Sepuluh korban selamat lainnya dalam kondisi stabil.
Mereka adalah Rifki Ardi Dwi Wibowo (16), Rava Maulana (17), Zaki Armansyah (17), Ravano Alzikri (15), Fadyl Mafer (15), Fauzi Bowo (16), Muhammad Tegar Dedi Antama (17), Farid (17), Rezky Luki Ramadhan (17), dan Vakrie Divo (15).
BPBD bersama Basarnas, TNI, Polri, dan relawan terus melakukan upaya pencarian di sekitar perairan Pantai Tiku. Proses evakuasi dibantu nelayan dan masyarakat setempat yang turut melakukan penyisiran dengan perahu tradisional.
“Kami mengimbau masyarakat, terutama para pelajar dan wisatawan, agar lebih waspada saat beraktivitas di wilayah pantai, terutama pada jam-jam rawan dan kondisi cuaca yang tidak menentu,” tambah Ichwan.
Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan saat berwisata di kawasan pesisir, terutama bagi kelompok usia remaja yang rentan terhadap kondisi arus laut yang tidak terduga. (ant)
| Editor | : | Hermanto Ansam |
| Kategori | : | Olympic, DKI Jakarta, Sumatera Barat |













