Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
21 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
15 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
3
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
19 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
19 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
5
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
15 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
6
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
23 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton

Tanjung Priok Lumpuh Total Ulah Pelindo, SGY: Mas Pram Tunjukkan Tanggung Jawab Moral

Tanjung Priok Lumpuh Total Ulah Pelindo, SGY: Mas Pram Tunjukkan Tanggung Jawab Moral
Kemacetan parah di Tanjung Priok akibat aktivitas bongkar muat. (Ist)
Sabtu, 19 April 2025 20:30 WIB
Penulis: Azhari Nasution
Kemacetan parah yang melanda kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, kembali menjadi sorotan tajam dan menambah daftar panjang persoalan yang membelit Ibukota.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat atas terjadinya kemacetan tersebut. 

 
Ia mengaku resah dengan situasi yang terjadi, meskipun menegaskan bahwa kemacetan itu bukan sepenuhnya tanggung jawab Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
 
Dalam keterangannya, Pram menjelaskan, akar permasalahan terletak pada lonjakan aktivitas bongkar muat truk milik Pelindo. Kapasitas normal yang seharusnya hanya sekitar 2.500 truk per hari, dipaksakan menjadi 4.000 hingga 7.000 truk. 
 
Kondisi ini menyebabkan kemacetan parah selama tiga hari berturut-turut. Gubernur menilai situasi tersebut mencerminkan ketidakprofesionalan pengelola pelabuhan.
 
Sebagai tindak lanjut, Pram telah memerintahkan Dinas Perhubungan memberikan teguran keras kepada Pelindo. Ia menegaskan, kejadian seperti ini tidak boleh terulang. 
 
Meskipun Pelindo telah mengakui kesalahan dan menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) maupun masyarakat, Pram menolak alasan Pelindo yang menyebut lonjakan terjadi akibat libur panjang Idulfitri serta kedatangan tiga kapal di luar jadwal, yakni MSC Adu V, Ever Balmy, dan Starship Venus yang menyebabkan lonjakan volume bongkar muat di Terminal NPCT 1.
 
Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar), Sugiyanto yang akrab disapa SGY mengatakan, kemacetan horor di Tanjung Priok hanyalah salah satu dari sekian banyak persoalan yang membelit Jakarta.
 
"Di tengah tekanan publik, Gubernur tetap menunjukkan sikap terbuka dan berkomitmen memikul tanggung jawab moral. Namun demikian, permintaan maaf saja tidak cukup tanpa langkah nyata dan cepat untuk mengatasi berbagai krisis tersebut," ujarnya, dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (19/4).
 
SGY menilai, di tengah berbagai krisis yang terjadi, Pram telah menunjukkan sikap yang sangat bijak dalam merespons persoalan serta mencari solusi yang tepat. 
Ia tetap tenang dan tegas, serta terus berpikir keras demi menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada. 
 
"Masyarakat merespons secara positif terhadap ketegasan dan kesungguhan Mas Pram dalam mencari jalan keluar. Dalam konteks ini, Mas Pram perlu melibatkan semua pihak, khususnya masyarakat Jakarta untuk bersama-sama mengatasi persoalan demi kemajuan kota dan kesejahteraan warganya," pungkas SGY. ***

wwwwww