Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
19 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
19 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
3
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
19 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
4
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
19 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
5
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Rupiah Melemah Tipis Jadi Rp16.845 per Dolar AS pada Selasa Pagi

Rupiah Melemah Tipis Jadi Rp16.845 per Dolar AS pada Selasa Pagi
Petugas menunjukan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing, Jakarta, Selasa (8/4/2025). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 69,5 poin atau 0,41 persen menjadi Rp16.891 per dolar AS (antara)
Selasa, 22 April 2025 09:46 WIB

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada awal perdagangan Selasa pagi, 23 April 2025. Rupiah tercatat turun 38 poin atau 0,23 persen, dari posisi sebelumnya Rp16.807 menjadi Rp16.845 per dolar AS.

Pelemahan rupiah ini didorong oleh sentimen global yang belum stabil, termasuk kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed dan ketegangan geopolitik di beberapa kawasan dunia.

Analis menilai, meskipun tekanan terhadap rupiah masih ada, kondisi ini belum mengkhawatirkan. Bank Indonesia diperkirakan tetap aktif menjaga stabilitas rupiah melalui intervensi pasar valas.

Pergerakan nilai tukar dalam beberapa hari ke depan masih akan dipengaruhi oleh rilis data ekonomi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. (ant)

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Kategori:Ekonomi
wwwwww