Modus Kecurangan UTBK 2025 Semakin Canggih, Ada yang Sembunyikan Kamera di Behel
![]() |
| Ketua Tim Penanggung Jawab SNPMB Eduart Wolok saat konferensi pers tentang kecurangan UTBK SNBT 2025.(dok. tayangan live SNPMB BPPP) |
Ketua Umum SNPMB, Prof Eduart Wolok, menyebut angka kecurangan hanya 0,0071 persen dari total 196.328 peserta yang hadir di empat sesi pertama. Namun ia menegaskan, sekecil apapun pelanggaran, panitia akan bertindak tegas.
“Memang kecil secara persentase, tapi kami tidak akan mentolerir bentuk kecurangan apa pun,” ujar Eduart dalam konferensi pers secara daring, Jumat (25/4/2025).
Ia menjelaskan, peserta menggunakan berbagai modus kecurangan, mulai dari perekaman soal menggunakan hardware dan software, hingga melakukan akses remote desktop oleh pihak lain di luar lokasi ujian.
Beberapa alat bantu bahkan dirancang sedemikian rupa agar tidak terdeteksi, seperti kamera tersembunyi di behel gigi, kuku, kancing, ikat pinggang, hingga sepatu.
“Alat yang mereka gunakan sangat variatif. Ada yang menggunakan HP tersembunyi di tubuh dan benda kecil yang tidak terdeteksi oleh metal detector,” jelasnya.
Terkait soal ujian, Eduart memastikan tidak ada kebocoran karena masing-masing dari 23 sesi memiliki paket soal yang berbeda. Bahkan, soal untuk sesi pagi dan siang pun dibuat berbeda setiap harinya.
“Soal sudah kami set berbeda untuk setiap sesi. Jadi jika ada yang berhasil mengambil soal pun, itu tidak akan berguna untuk sesi selanjutnya,” ujarnya.
Ia juga mengakui bahwa beberapa pusat UTBK masih kekurangan alat pendeteksi logam. Hal ini menurutnya akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pengawasan di tahun mendatang.
“Kami akan jadikan ini sebagai catatan penting, agar pengawasan bisa lebih maksimal,” kata Eduart. ***













