Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
24 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
2
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
DKI Jakarta
23 jam yang lalu
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
3
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
8 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
4
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
5
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
9 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
6
‎Bank Jakarta Banjir Pembukaan Rekening, Dana Rp5 Miliar Terhimpun di FinFest
Ekonomi
13 jam yang lalu
‎Bank Jakarta Banjir Pembukaan Rekening, Dana Rp5 Miliar Terhimpun di FinFest
Home  /  Berita  /  Nasional

Modus Kecurangan UTBK 2025 Semakin Canggih, Ada yang Sembunyikan Kamera di Behel

Modus Kecurangan UTBK 2025 Semakin Canggih, Ada yang Sembunyikan Kamera di Behel
Ketua Tim Penanggung Jawab SNPMB Eduart Wolok saat konferensi pers tentang kecurangan UTBK SNBT 2025.(dok. tayangan live SNPMB BPPP)
Jum'at, 25 April 2025 15:28 WIB
JAKARTA – Sebanyak 14 kasus kecurangan ditemukan selama dua hari pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2025. Temuan tersebut berasal dari hari pertama pelaksanaan, Rabu (23/4/2025), sebanyak 9 kasus, dan hari kedua, Kamis (24/4/2025), sebanyak 5 kasus.

Ketua Umum SNPMB, Prof Eduart Wolok, menyebut angka kecurangan hanya 0,0071 persen dari total 196.328 peserta yang hadir di empat sesi pertama. Namun ia menegaskan, sekecil apapun pelanggaran, panitia akan bertindak tegas.

“Memang kecil secara persentase, tapi kami tidak akan mentolerir bentuk kecurangan apa pun,” ujar Eduart dalam konferensi pers secara daring, Jumat (25/4/2025).

Ia menjelaskan, peserta menggunakan berbagai modus kecurangan, mulai dari perekaman soal menggunakan hardware dan software, hingga melakukan akses remote desktop oleh pihak lain di luar lokasi ujian.

Beberapa alat bantu bahkan dirancang sedemikian rupa agar tidak terdeteksi, seperti kamera tersembunyi di behel gigi, kuku, kancing, ikat pinggang, hingga sepatu.

“Alat yang mereka gunakan sangat variatif. Ada yang menggunakan HP tersembunyi di tubuh dan benda kecil yang tidak terdeteksi oleh metal detector,” jelasnya.

Terkait soal ujian, Eduart memastikan tidak ada kebocoran karena masing-masing dari 23 sesi memiliki paket soal yang berbeda. Bahkan, soal untuk sesi pagi dan siang pun dibuat berbeda setiap harinya.

“Soal sudah kami set berbeda untuk setiap sesi. Jadi jika ada yang berhasil mengambil soal pun, itu tidak akan berguna untuk sesi selanjutnya,” ujarnya.

Ia juga mengakui bahwa beberapa pusat UTBK masih kekurangan alat pendeteksi logam. Hal ini menurutnya akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pengawasan di tahun mendatang.

“Kami akan jadikan ini sebagai catatan penting, agar pengawasan bisa lebih maksimal,” kata Eduart. ***

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Sumber:Kompas.com
Kategori:Nasional, Umum
wwwwww