Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
21 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
21 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
21 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
21 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
22 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
21 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Olympic

Penyerangan di Kemang Diduga Sudah Direncanakan, Polisi Tetapkan 10 Tersangka

Penyerangan di Kemang Diduga Sudah Direncanakan, Polisi Tetapkan 10 Tersangka
Tersangka penyerangan dan penyalahgunaan senjata api (senpi) terkait perebutan lahan yang terjadi di kawasan Kemang Raya ditampilkan Polres Metro Jakarta Selatan, Jakarta, Jumat (2/1/2025). (antara/luthfia miranda putri).
Jum'at, 02 Mei 2025 17:23 WIB

JAKARTA – Kepolisian mengungkap dugaan bahwa insiden penyerangan dan penyalahgunaan senjata api dalam perebutan lahan di kawasan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Rabu (30/4/2025), telah direncanakan sebelumnya oleh para pelaku.

"Kalau kita lihat mereka sebelumnya sudah mempersiapkan, sudah membeli barang, kemudian juga mengumpulkan teman-temannya," ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih, dalam konferensi pers di Mapolres, Jumat (2/5/2025).

Polisi menduga kuat para pelaku telah melakukan persiapan matang, mulai dari pertemuan awal hingga penyimpanan senjata api dalam mobil Toyota Agya berwarna kuning sebelum bergerak ke lokasi kejadian.

"Jadi mereka sebelum beraksi sudah mempersiapkan betul senjata ini, kemudian ditaruh di dalam kendaraan mobil tersebut," jelasnya.

Insiden berdarah tersebut bermula dari pertemuan antara pelaku berinisial MAG dan KTA, yang diduga hendak mengambil alih lahan. Ketegangan meningkat ketika mereka datang membawa senapan angin jenis PVC serta tiga parang, lalu menyerang pihak lain yang berjaga di lokasi tersebut.

Kericuhan terjadi sekitar pukul 09.25 WIB dengan aksi saling lempar batu dan kayu. Situasi semakin memanas saat salah satu dari kelompok penyerang mengeluarkan senjata api yang mengakibatkan kepanikan dan kemacetan lalu lintas di sekitar kawasan.

Kepolisian menegaskan bahwa para pelaku bukan berasal dari organisasi masyarakat (ormas), melainkan bagian dari kelompok jasa pengamanan.

"Kita sekarang ini masih terfokus dengan pemeriksaan tentang senjata api dan senjata tajam. Tentang jasa pengamanan nanti kita akan lihat dari hasil pendalaman dan pengembangan," sambung Murodih.

Polisi telah menetapkan 10 orang sebagai tersangka dalam kasus ini, yakni KT (43), AS alias Agus (22), MW (29), YA (28), YE (26), PW (33), RTA (59), WRR (22), MAG alias Ade (40), dan AK alias Andy (47).

Penyidik saat ini masih mendalami kepemilikan senjata serta peran masing-masing tersangka dalam perencanaan dan pelaksanaan penyerangan. (ant)

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Kategori:Olympic
wwwwww