Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
22 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
22 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
22 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
23 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
22 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
22 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Olympic

Presiden Siapkan Kenaikan Gaji Hakim untuk Perkuat Integritas Hukum

Presiden Siapkan Kenaikan Gaji Hakim untuk Perkuat Integritas Hukum
Presiden Prabowo Subianto/Repro.
Jum'at, 02 Mei 2025 17:11 WIB

BOGOR – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menaikkan gaji hakim demi memastikan sistem peradilan di Indonesia bersih dari praktik suap. Hal tersebut ia sampaikan dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 di SDN Cimahpar 5, Kota Bogor, Jumat (2/5/2025).

"Saya sedang merencanakan bagaimana menaikkan gaji para hakim kita agar hakim kita nanti tidak bisa disogok, tidak bisa dibeli, agar hukum bisa ditegakkan dengan baik," kata Prabowo dalam pidatonya.

Presiden menilai bahwa langkah itu menjadi bagian penting dari reformasi hukum yang bersih dan adil. Menurutnya, penegak hukum tidak boleh hidup dalam tekanan ekonomi yang membuat mereka rentan terhadap godaan suap.

Selain itu, Prabowo juga menyampaikan pesan keras kepada seluruh pejabat dan birokrat agar tidak menyalahgunakan anggaran negara.

“Terus-menerus saya himbau jajaran pemerintah, para pejabat, para birokrat, saya imbau terus: berbuatlah yang terbaik untuk rakyat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa gaji dan fasilitas yang diterima pejabat berasal dari uang rakyat, sehingga harus digunakan sepenuhnya untuk pelayanan publik.

“Para pejabat, para birokrat diangkat, dibiayai oleh negara, digaji oleh negara. Hendaknya anggaran untuk rakyat, untuk pelayanan rakyat, hendaknya jangan diselewengkan, jangan dikorupsi dengan segala akal,” tegasnya.

Dalam penutup pidatonya, Prabowo mengingatkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang kaya dan harus berani menjaga kekayaan yang dimiliki untuk kemakmuran rakyat.

“Kita tidak boleh ketinggalan, kita negara yang kaya, tidak pantas kekayaan kita tidak jaga. Kita jadi bangsa bodoh kalau tidak bisa menjaga kekayaan kita dengan keberanian kita untuk menguasai kekayaan kita sendiri untuk memberi seluruh rakyat Indonesia. Ini perjuangan saya dan pemerintah saya,” pungkasnya. ***

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Olympic, Nasional, Beladiri
wwwwww