Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
22 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
22 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
22 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
4
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
22 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
22 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
8 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  Voli

Kerja Sama Energi Bersih, RI–Jepang Sepakati Proyek Geotermal Rp8,2 Triliun di Sumbar

Kerja Sama Energi Bersih, RI–Jepang Sepakati Proyek Geotermal Rp8,2 Triliun di Sumbar
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto/Ist
Senin, 05 Mei 2025 12:13 WIB

JAKARTA – Indonesia dan Jepang menyepakati kerja sama strategis di sektor energi bersih melalui proyek pengembangan panas bumi (geotermal) berkapasitas 80 megawatt di Muara Laboh, Sumatera Barat. Nilai investasi proyek ini ditaksir mencapai 500 juta dolar AS atau sekitar Rp8,2 triliun.

Informasi tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan dengan mantan Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, di Kertanegara, Jakarta, Minggu malam (4/5/2025).

“Besok akan ditandatangani finalisasi keuangan (financial closing) proyek geothermal di Muara Laboh. Ini adalah bagian dari kolaborasi Indonesia–Jepang dalam skema Asia Zero Emission Community atau AZEC,” ujar Airlangga, Senin (5/5/2025).

Airlangga menyebut proyek ini sebagai salah satu langkah konkret kerja sama transisi energi yang berkelanjutan antara kedua negara. Menurutnya, pengembangan energi ramah lingkungan jadi prioritas utama dalam hubungan bilateral Indonesia dan Jepang.

Selain membahas proyek panas bumi, Kishida juga menyerahkan surat resmi dari Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, kepada Presiden Prabowo. Surat tersebut menegaskan bahwa Kishida diutus secara khusus sebagai perwakilan PM Jepang untuk mendorong kelanjutan program-program AZEC.

“Dalam surat itu disampaikan dukungan penuh pemerintah Jepang atas kerja sama strategis dengan Indonesia, termasuk di sektor energi bersih,” kata Airlangga.

Indonesia saat ini memiliki lebih dari 170 nota kesepahaman (MoU) aktif dengan Jepang, mencakup berbagai sektor mulai dari industri, infrastruktur, hingga energi terbarukan.

Proyek panas bumi di Muara Laboh diharapkan menjadi model pengembangan energi bersih berbasis investasi asing yang mendukung target net zero emission Indonesia sekaligus membuka lapangan kerja hijau di daerah. ***

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Voli, Lingkungan, Basket
wwwwww