Menlu Prancis: Rencana Israel di Gaza Ancam Kemanusiaan dan Hukum Internasional
![]() |
| Arsip - Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot. (antara/anadolu/py). |
ISTANBUL – Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, mengecam keras rencana Israel untuk mengambil alih kendali penuh atas Jalur Gaza. Ia menyebut langkah tersebut tidak hanya bertentangan dengan hukum internasional, tetapi juga berisiko memperburuk krisis kemanusiaan yang telah terjadi selama berbulan-bulan.
“Rencana ini tidak dapat diterima dan secara jelas melanggar prinsip-prinsip hukum internasional,” kata Barrot dalam wawancara dengan RTL, Selasa (6/5/2025).
Barrot mengingatkan bahwa situasi di Gaza saat ini sangat mendesak dan membutuhkan tindakan kemanusiaan segera, bukan penguasaan militer tambahan. Ia menekankan pentingnya gencatan senjata dan pembukaan akses bagi bantuan kemanusiaan tanpa hambatan.
“Warga Palestina mengalami kekurangan secara tragis. Bantuan harus bisa menjangkau mereka dengan cepat dan tanpa batasan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya menjunjung tinggi hukum humaniter, bahkan dalam kondisi konflik bersenjata. Menurut Barrot, komunitas internasional harus bersatu dalam menolak tindakan yang menargetkan warga sipil dan petugas kemanusiaan.
“Perang pun memiliki batas. Kita tidak boleh membiarkan kekerasan menghapus nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Barrot menyatakan bahwa Prancis siap mempertimbangkan pengakuan resmi terhadap Negara Palestina, dengan syarat langkah itu dilakukan bersama negara-negara lain sebagai bagian dari solusi damai yang lebih luas. (ant)
| Editor | : | Muhammad Rafdinal Adrianto |
| Kategori | : | Basket |













