Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
10 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
22 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
3
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
10 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
11 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
10 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
20 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  Basket

Menlu Prancis: Rencana Israel di Gaza Ancam Kemanusiaan dan Hukum Internasional

Menlu Prancis: Rencana Israel di Gaza Ancam Kemanusiaan dan Hukum Internasional
Arsip - Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot. (antara/anadolu/py).
Selasa, 06 Mei 2025 19:10 WIB

ISTANBUL – Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, mengecam keras rencana Israel untuk mengambil alih kendali penuh atas Jalur Gaza. Ia menyebut langkah tersebut tidak hanya bertentangan dengan hukum internasional, tetapi juga berisiko memperburuk krisis kemanusiaan yang telah terjadi selama berbulan-bulan.

“Rencana ini tidak dapat diterima dan secara jelas melanggar prinsip-prinsip hukum internasional,” kata Barrot dalam wawancara dengan RTL, Selasa (6/5/2025).

Barrot mengingatkan bahwa situasi di Gaza saat ini sangat mendesak dan membutuhkan tindakan kemanusiaan segera, bukan penguasaan militer tambahan. Ia menekankan pentingnya gencatan senjata dan pembukaan akses bagi bantuan kemanusiaan tanpa hambatan.

“Warga Palestina mengalami kekurangan secara tragis. Bantuan harus bisa menjangkau mereka dengan cepat dan tanpa batasan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menjunjung tinggi hukum humaniter, bahkan dalam kondisi konflik bersenjata. Menurut Barrot, komunitas internasional harus bersatu dalam menolak tindakan yang menargetkan warga sipil dan petugas kemanusiaan.

“Perang pun memiliki batas. Kita tidak boleh membiarkan kekerasan menghapus nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Barrot menyatakan bahwa Prancis siap mempertimbangkan pengakuan resmi terhadap Negara Palestina, dengan syarat langkah itu dilakukan bersama negara-negara lain sebagai bagian dari solusi damai yang lebih luas. (ant)

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Kategori:Basket
wwwwww