Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
16 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
16 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
16 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
16 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
16 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
15 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Basket

Jelang Konklaf, 133 Kardinal Mulai Jalani Isolasi di Wisma Santa Marta

Jelang Konklaf, 133 Kardinal Mulai Jalani Isolasi di Wisma Santa Marta
Para kardinal elektor akan menginap di wisma tamu Santa Marta Vatikan, yang menjadi tempat tinggal mereka selama jalannya konklaf. (foto: pillarcatholic-com)
Rabu, 07 Mei 2025 06:08 WIB

VATIKAN – Sebanyak 133 kardinal elektor dari berbagai penjuru dunia mulai memasuki masa isolasi di Wisma Santa Marta, Vatikan, Selasa (6/5/2025), menjelang konklaf pemilihan Paus baru yang akan dimulai Rabu (7/5/2025) di Kapel Sistina.

Langkah ini menjadi bagian dari protokol ketat yang diterapkan selama konklaf, demi menjaga kerahasiaan penuh dalam proses pemilihan pemimpin tertinggi Gereja Katolik. Selama proses berlangsung, para kardinal dilarang melakukan komunikasi dengan dunia luar.

Selain menginap di Wisma Santa Marta, sebagian kardinal lainnya ditempatkan di Santa Marta Vecchia, mengingat jumlah peserta konklaf kali ini lebih banyak dari biasanya. Kedua wisma tersebut dilengkapi fasilitas layaknya hotel, namun dalam pengawasan penuh otoritas Vatikan.

“Semua kardinal elektor telah bersumpah menjaga kerahasiaan konklaf. Pelanggaran terhadap sumpah ini dapat berujung pada sanksi serius, termasuk ekskomunikasi,” demikian pernyataan resmi dari Vatikan.

Sebagai langkah pengamanan tambahan, mulai Rabu pukul 15.00 waktu setempat, seluruh sinyal telekomunikasi di wilayah Vatikan akan diputus hingga Paus baru terpilih. Para kardinal juga diminta menyerahkan ponsel dan perangkat komunikasi lainnya sebelum konklaf dimulai.

Tak hanya kardinal, seluruh staf pendukung di Kapel Sistina, termasuk tenaga medis, operator lift, staf kantin, dan petugas kebersihan, turut diambil sumpah kerahasiaan selama konklaf berlangsung.

Sehari sebelum konklaf, para kardinal telah menggelar pertemuan terakhir untuk membahas berbagai isu penting, mulai dari kondisi internal Gereja, keuangan Vatikan, hingga kriteria pemimpin baru yang diharapkan dapat menjawab tantangan global.

Beberapa nama kandidat kuat pengganti Paus sebelumnya mulai mencuat, di antaranya Kardinal Luis Antonio Tagle (Filipina), Kardinal Peter Turkson (Ghana), Kardinal Peter Erdo (Hungaria), Kardinal Jose Tolentino Calaca (Portugal), serta dua figur asal Italia, Kardinal Matteo Zuppi dan Kardinal Pietro Parolin.

Konklaf dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari, tergantung pada kecepatan tercapainya konsensus di antara para kardinal. Paus baru akan diumumkan melalui isyarat asap putih dari cerobong Kapel Sistina. ***

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Basket
wwwwww