Kerjasama dengan WACA, PCI Serius Gelar Pelatnas Menuju SEA Games Thailand 2025
![]() |
| Timnas Cricket Indonesia. (PP PCI) |
Penulis: Azhari Nasution
Dalam waktu enam hari, mulai 30 April hingga 6 Mei, berbagai program digelar secara paralel: Level 2 Coaching Course, Umpire Level 1 Course, Mental Skills Workshop, SSSM Workshop, sesi latihan lapangan, serta dua pertandingan uji coba. Kegiatan ini diikuti oleh para pemain Timnas Putra dan Putri Indonesia serta berbagai pelatih dan umpire dari seluruh Indonesia.
Dari WACA hadir langsung sejumlah tokoh elite. Yakni, Kade Harvey, General Manager High Performance WACA dan mantan pemain nasional Australia, memimpin delegasi. Turut serta Rebecca Grundy (mantan pemain timnas Inggris), Sophie Devine (kapten timnas putri Selandia Baru), Adam Voges (eks kapten WA), James Hewitt (pelatih umpire/wasit), hingga Chris Brabazon dan Jess Davidson dari tim pengembangan pelatih dan edukator ICC.
“Talenta dan semangat pemain Indonesia sangat besar,” ujar Kade Harvey.
“Semua fondasi sudah ada—yang dibutuhkan adalah konsistensi dalam mengembangkan potensi setiap hari,” tambahnya.
Program ini tidak hanya diikuti oleh atlet dan pelatih, tetapi juga para wasit dari berbagai provinsi. Para peserta berpindah dari ruang kelas ke lapangan dalam rotasi yang padat setiap hari, menggabungkan pendekatan teori, praktik, hingga psikologi olahraga.
Toby Cohen dari ICC EAP menyebut agenda ini sebagai langkah strategis menuju masa depan. “Kami melihat komitmen luar biasa dari PCI. Pembinaan ini tak hanya menjangkau elite, tapi juga akar rumput. Ini bentuk pembangunan jangka panjang yang nyata,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, Rebecca Grundy, yang fokus membina pelatih perempuan, menambahkan bahwa kesabaran dan budaya kerja yang sehat akan menentukan kualitas tim nasional ke depan. “Kita semua ingin menang, tapi keberhasilan sejati adalah membangun sistem yang sehat dan manusia yang tangguh.”

Sementara itu, Ketua Umum PP PCI, Abhiram Singh Yadav, menyampaikan bahwa pelatnas kali ini menjadi fondasi utama menuju SEA Games Thailand 2025 dan kompetisi regional serta global lainnya. “Dukungan dari Kemenpora sangat berarti, terutama untuk tim nasional putri. Dengan semangat dan fasilitas yang dibangun bersama, kami siap menjaga kepercayaan ini dengan hasil nyata,” ucap Abhiram.
Ia juga menambahkan bahwa agenda ini bukan sekadar program teknis, tetapi selaras dengan cita-cita pembangunan nasional. “Kegiatan ini sejalan dengan arah Asta Cita—khususnya penguatan SDM unggul, daya saing global, dan pengembangan sektor strategis seperti sport tourism. Ini langkah kecil yang membuka jalan besar.”
Program ditutup dengan dua pertandingan uji coba pada 5 Mei dan makan malam evaluasi bersama seluruh peserta dan delegasi. Harvey menegaskan bahwa ini bukan akhir, tetapi permulaan kerja sama jangka panjang. “Ini baru awal. Tapi ini adalah awal yang sangat baik.”
Dengan kerjasama internasional yang konkret dan sistem pembinaan yang mulai terbentuk, PCI kini melangkah ke babak baru. Tidak lagi sekadar mengirim tim, tetapi membangun tim nasional yang disiapkan secara sistematis, ilmiah, dan berdaya saing tinggi di kawasan. ***
| Kategori | : | Non Olympic, Bali |













