Amorim: Manchester United Kehilangan Jati Diri Sebagai Klub Besar
![]() |
| Manchester United's Portuguese head coach Ruben Amorim looks on ahead of the UEFA Europa League semi final second leg football match between Manchester United and Athletic Club Bilbao at Old Trafford stadium in Manchester. |
JAKARTA – Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, mengungkapkan kekhawatirannya atas kondisi mental dan identitas timnya setelah menelan kekalahan 0-2 dari West Ham United di Old Trafford, Minggu (11/5/2025). Ini menjadi kekalahan ke-17 MU di Liga Inggris musim ini, dengan sembilan di antaranya terjadi di kandang.
West Ham naik ke posisi 15 klasemen sementara dengan 40 poin, sementara Manchester United tergelincir ke peringkat 16 dengan 39 poin dari 36 pertandingan. Kekalahan ini juga menjadi kemenangan tandang pertama West Ham di Old Trafford sejak 2007.
"Itulah masalah terbesar di klub kami saat ini, karena kami kehilangan perasaan bahwa kami adalah klub besar. Kekalahan di kandang seharusnya menjadi sesuatu yang luar biasa menyakitkan, namun kami mulai kehilangan rasa itu," ujar Amorim, dikutip dari laman resmi klub, Senin (12/5/2025).
Pelatih berusia 40 tahun asal Portugal itu menilai hilangnya jati diri sebagai ancaman serius bagi masa depan tim. Ia menyebut situasi ini makin diperparah dengan kegagalan MU meraih gelar Liga Primer Inggris sejak pensiunnya Alex Ferguson pada 2013.
Saat ditanya soal posisi MU yang kini terdampar di peringkat 16 dan hanya bisa maksimal finis di posisi 13 dengan 45 poin, Amorim menjawab tegas.
"Bagaimana seorang manajer Manchester United seharusnya merasa dalam posisi itu –– malu dan sulit untuk menerimanya," jelasnya.
Amorim juga menyebut bahwa laga final Liga Europa kontra Tottenham Hotspur pada 31 Mei mendatang di Bilbao, tak cukup untuk mengobati krisis performa MU di liga domestik.
"Semua orang memikirkan final. Tapi final bukan masalah utama kami saat ini. Ada hal yang jauh lebih besar yang harus kami pikirkan dan kami perlu melakukan banyak perubahan di akhir musim," tambahnya.
Ia menegaskan, klub harus bersikap tegas dan berani mengambil langkah besar di bursa transfer musim panas agar terhindar dari musim buruk yang serupa.
"Kita perlu mengubahnya. Kita harus benar-benar kuat di musim panas dan berani, karena kita tidak bisa menjalani musim depan seperti ini lagi. Jika kita memulai dengan cara yang sama, atau jika perasaan itu masih ada, maka sudah waktunya memberi ruang kepada orang yang berbeda," ungkap Amorim. (ant)













