Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
23 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
2
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
DKI Jakarta
22 jam yang lalu
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
3
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
8 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
4
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
5
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
9 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
6
‎Bank Jakarta Banjir Pembukaan Rekening, Dana Rp5 Miliar Terhimpun di FinFest
Ekonomi
12 jam yang lalu
‎Bank Jakarta Banjir Pembukaan Rekening, Dana Rp5 Miliar Terhimpun di FinFest
Home  /  Berita  /  Voli

PLBN Jadi Lokomotif Ekonomi, BNPP Gaungkan Hilirisasi dan Pariwisata Daerah

PLBN Jadi Lokomotif Ekonomi, BNPP Gaungkan Hilirisasi dan Pariwisata Daerah
Deputi Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan BNPP Irjen Pol Edfrie R Maith di Jakarta, Jumat (16/5/2025). (antara/ho-bnpp)
Sabtu, 17 Mei 2025 06:02 WIB

JAKARTA – Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) menegaskan komitmennya untuk menjadikan kawasan perbatasan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Melalui strategi hilirisasi komoditas unggulan dan pengembangan pariwisata berbasis budaya, BNPP mendorong transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Deputi Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan BNPP, Irjen Pol Edfrie R Maith, menyampaikan bahwa strategi tersebut menyasar 11 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) aktif, yang memiliki potensi besar sebagai simpul perdagangan antarnegara dan sentra ekonomi lokal.

“Wilayah perbatasan tidak lagi hanya jadi garis batas. Kami ingin mengubahnya menjadi simpul pertumbuhan dengan industri pengolahan dan pariwisata yang kuat,” ujar Edfrie di Jakarta, Sabtu (17/5/2025).

Menurutnya, hilirisasi menjadi solusi utama untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah. Ia mencontohkan kebutuhan industri pengolahan pakan ternak di Bengkayang, Kalimantan Barat, yang dapat dikembangkan dari sumber daya lokal.

“Kalau kita hanya ekspor mentah, kita kehilangan nilai tambah. Tapi kalau diolah di perbatasan, maka tenaga kerja terserap, UMKM tumbuh, dan nilai produk meningkat,” jelasnya.

Tidak hanya industri, Edfrie juga menekankan pentingnya sektor pariwisata lokal yang mengangkat kekayaan budaya daerah. Melalui pengembangan konektivitas, fasilitas pendukung, dan promosi bersama komunitas, wisata perbatasan dinilai mampu memberikan dampak ekonomi langsung ke masyarakat.

“Kita punya banyak atraksi budaya. Misalnya Pekan Gawai Dayak di Kalimantan dan festival keagamaan di Nusa Tenggara Timur, semua bisa menjadi daya tarik jika dikelola profesional,” tambahnya.

BNPP mencatat kinerja ekspor dari kawasan perbatasan terus menunjukkan tren positif. Sepanjang 2024, PLBN Entikong mencatat ekspor pertanian dan perikanan senilai Rp49,2 miliar. Di PLBN Badau, komoditas UMKM menyumbang Rp12,3 miliar, sedangkan PLBN Aruk mencatat ekspor perikanan Rp15,9 miliar dan pertanian Rp4,6 miliar.

Komoditas ekspor unggulan dari wilayah perbatasan meliputi udang dogol, ikan tenggiri, durian, arang, daun keratom, minyak sawit mentah, serta sarang burung walet—semuanya merupakan potensi lokal yang memiliki pasar kuat di luar negeri.

BNPP berharap langkah ini dapat mempercepat pembangunan berkelanjutan, memperkuat ekonomi akar rumput, dan menjadikan perbatasan sebagai wajah terdepan Indonesia yang produktif dan berdaya saing.(ant)

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Kategori:Voli, Metropolitan, Ekonomi
wwwwww