Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
16 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
16 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
4
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
7 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
16 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
16 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Bangun Sepakbola Wanita Lewat Program Beasiswa Pelatih Wanita

Bangun Sepakbola Wanita Lewat Program Beasiswa Pelatih Wanita
Pelatih Sepakbola Wanita Indonesia mengikuti Coach Education Scholarship (Group) – D Licence di Bali. (Foto:PSSI)
Rabu, 21 Mei 2025 17:42 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Sepakbola wanita Indonesia kembali mencatat sejarah. Untuk pertama kalinya, Coach Education Scholarship (Group) – D Licence resmi digelar di Bali United Training Center, hasil kerja sama antara PSSI, FIFA, dan Bali United sebagai tuan rumah.

Yang membanggakan, Indonesia menjadi anggota FIFA pertama sekaligus pertama di Asia yang berhasil menjalankan program ini, hanya lima bulan setelah diluncurkan oleh FIFA Women’s Football Programme pada Desember 2024.

Sebanyak 48 wanita dari berbagai penjuru Indonesia mengikuti program beasiswa ini, sebagai bagian dari langkah nyata memperkuat struktur kepelatihan sepakbola wanita di Tanah Air.

Acara pembukaan dihadiri oleh nama-nama penting di sepak bola Indonesia dan dunia: Yabes Tanuri (CEO Bali United FC), Simon Toselli (FIFA Women’s Football Expert), serta I Ketut Suardana (Ketua Asprov PSSI Bali).

Menurut Ketua Komite Sepakbola Wanita PSSI, Vivin Cahyani Sungkono, program ini bukan sekadar pelatihan, tapi investasi jangka panjang:

“Kami ingin membentuk pelatih wanita yang tak hanya andal di lapangan, tetapi juga mampu menjadi pemimpin di komunitas mereka. Inilah cara kami membangun masa depan sepakbola wanita Indonesia.”

Program ini juga tak lepas dari visi besar PSSI untuk mewujudkan partisipasi Indonesia di Piala Dunia Wanita 2031. “Kami percaya, melalui investasi terstruktur pada pelatih wanita, target ini semakin realistis untuk dicapai,” tegas Vivin.

Program ini menyusul keberhasilan FIFA-GIZ Women Empowerment Programme di Surabaya, yang telah meluluskan 25 pelatih wanita bersertifikat. Ke depannya, peserta dengan potensi tinggi akan diberi kesempatan mengikuti pelatihan Lisensi C sebagai langkah lanjutan.

Pieter Tanuri, CEO Bali United, menyampaikan rasa bangganya: “Infrastruktur kami selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin bertumbuh dan berkontribusi. Inisiatif seperti ini penting untuk membentuk ekosistem sepak bola wanita yang kuat.”

Sementara itu, Yabes Tanuri menyatakan komitmennya: “Bali United akan terus mendukung inisiatif pembangunan seperti ini. Komitmen terhadap pemberdayaan perempuan harus menjadi bagian dari perjalanan sepak bola kita ke depan. ***

wwwwww