Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
23 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
23 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
11 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
6
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
6 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Home  /  Berita  /  Voli

Pendapatan Negara Tumbuh Stabil, APBN Surplus Rp4,3 Triliun per April

Pendapatan Negara Tumbuh Stabil, APBN Surplus Rp4,3 Triliun per April
Konferensi Pers APBN KiTa yang digelar pada Jumat (23/5) di Aula Mezzanine, Kompleks Kementerian Keuangan, Jakarta.
Sabtu, 24 Mei 2025 09:55 WIB

JAKARTA – Di tengah dinamika ekonomi global, kinerja fiskal Indonesia menunjukkan ketahanan. Hingga April 2025, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencatatkan surplus sebesar Rp4,3 triliun. Hal ini didorong oleh lonjakan pendapatan negara yang melampaui realisasi belanja.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pendapatan negara mencapai Rp810,5 triliun atau 27 persen dari target. Sementara belanja negara berada di angka Rp806,2 triliun atau 22,3 persen dari pagu anggaran.

"Surplus ini menandakan bahwa instrumen fiskal kita bergerak ke arah yang tepat. Penerimaan yang tumbuh lebih cepat dari pengeluaran memperkuat posisi APBN," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa, Jumat (23/5/2025).

Sektor pajak tetap menjadi tulang punggung dengan kontribusi Rp557,1 triliun. Bea dan cukai menyusul dengan Rp100 triliun, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp153,3 triliun.

"Pendapatan negara mengalami akselerasi yang baik, terutama dari sektor perpajakan dan kepabeanan," jelasnya.

Di sisi belanja, pemerintah mengucurkan dana Rp546,8 triliun untuk belanja pusat dan Rp259,4 triliun untuk transfer ke daerah. Meskipun realisasi belanja masih berada di bawah 25 persen, pemerintah menilai hal ini sebagai bentuk kontrol dan efisiensi yang sedang berjalan.

Sri Mulyani menegaskan bahwa surplus ini merupakan titik balik setelah tiga bulan pertama APBN mencatat defisit. “Awal tahun kita sempat defisit karena adanya restitusi dan penyesuaian tarif pajak, tapi kini kita mulai menyeimbangkan kembali,” ungkapnya.

Dengan tren ini, Kementerian Keuangan optimistis APBN akan tetap menjadi instrumen utama dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung program prioritas nasional seperti pembangunan infrastruktur, pengentasan kemiskinan, dan reformasi sektor pendidikan serta kesehatan. ***

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Kategori:Voli, Ekonomi, KONI
wwwwww