Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
6 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
6 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Pujian Osmar Loss buat Mentalitas Pemain Dewa United FC
Sepakbola
38 menit yang lalu
Pujian Osmar Loss buat Mentalitas Pemain Dewa United FC
4
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
33 menit yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
28 menit yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Kejuaraan Anggar Asia 2025

Jessyca, Atlet Terakhir Nomor Perseorangan Tampil di Babak 64 Besar

Jessyca, Atlet Terakhir Nomor Perseorangan Tampil di Babak 64 Besar
Jessyca Emilia. (PB Ikasi)
Kamis, 19 Juni 2025 17:40 WIB
Penulis: Azhari Nasution
NUSA DUA -  Jessyca Emilia tercatat sebagai atlet anggar Indonesia terakhir pada nomor perseorangan yang bisa melangkah ke Babak 64 Besar Kejuaraan Anggar Asia 2025 di Bali International Convention Centre The Resort Westin Nusa Dua, Bali, Kamis (19/6/2025).

Pada pertandingan babak penyisihan perseorangan senjata Degen Putri Pool 10, Jessyca meraih dua kemenangan.  Dia mengalahkan Shetal Dalal dari India dan Ashley Mae Michelle dari Filipina. Di babak 64 Besar, Jessyca dipaksa harus mengakui keunggulan Sofia Nikolaichuk dari Kazakhstan dengan skor 4-15.

Tiga atlet putri Indonesia lainnya yakni Nazwa Salwa Nissa, De Fretes Weldy, dan Fadilah Aprilia Budi Firdaus sudah tersingkir karena tidak mampu memenangkan satu laga pun.

“Ya, hanya Jessyca yang mampu menembus Babak 64 Besar. Dan, dia mampu mengalahkan atlet muda Filipina, Ashley yang memiliki jam terbang cukup tinggi. Dia itu tidak pernah absen setiap event di Asia Tenggara dan juga rutin mengikuti event internasional,” kata Pelatih Anggar Indonesia Muhammad Indra Haryana yang ditemui usai pertandingan.

Menurut Indra, panggilan karibnya, ketiadaan atlet Indonesia melangkah ke babak 32 besar lebih disebabkan tidak mampu mengimbangan permainan atlet-atlet Asia Tenggara.

“Ya, kembali kepada jam terbang lagi. Potensi ada tetapi jam terbang kurang. Ke depan, mereka harus lebih banyak mengikuti pertandingan internasional sehingga bisa lebih baik lagi,” imbuhnya.  

GoNews.co Saat menghadapi Sofia Nikolaic
Saat menghadapi Sofia Nikolaichuk. (PB Ikasi)

Hal senada juga dilontarkan Tommy Armansyah yang pernah mengantongi lisensi wasit internasional FIA. “Ya, atlet anggar Indonesia memang sangat minim pengalaman bertanding,” timpalnya.

Selain pengalaman bertanding, kata Tommy, perlu lebih disempurnakan akurasi tusukan dan juga kecepatan dalam menyerang maupun bertahan.

Pada hari terakhir pertandingan nomor perseorangan  ini, empat atlet floret putra yakni Aldo Pratama Joni, Satriana Dennis Aradinata, Zaydan Karim, dan Filla Shidqi tidak mampu memenangkan laga d babak penyisihan Pool.  ***

Kategori:Non Olympic, Bali
wwwwww