Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
21 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
23 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
22 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
22 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
21 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
12 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Nasional

Aset Negara Diperdagangkan Online, Publik Pertanyakan Pengawasan Pemerintah

Aset Negara Diperdagangkan Online, Publik Pertanyakan Pengawasan Pemerintah
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto berikan keterangan soal sengketa perbatasan Aceh-Sumut, di kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (16/6/2025). (antara/fianda sjofjan rassat)
Sabtu, 21 Juni 2025 18:34 WIB
JAKARTA - Penjualan pulau-pulau di Indonesia melalui situs luar negeri kembali mencuat dan menimbulkan keresahan publik. Salah satunya adalah Pulau Pasangan di Kepulauan Anambas yang ditawarkan di situs jual beli privateislandsonline.com lengkap dengan deskripsi keindahan alam dan potensi ekowisata.

Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih jauh. Ia menyebut Kemendagri masih dalam proses mendalami informasi tersebut.

"Ya itu sudah ada informasi itu. Tapi masih kami dalami," katanya singkat di BPSDM, Sabtu (21/6/2025).

Bima tak menjelaskan secara rinci soal regulasi maupun langkah penindakan terhadap praktik yang diduga memperjualbelikan wilayah kedaulatan negara. Ia hanya menegaskan bahwa semua harus mengacu pada aturan.

"Ya semuanya kan harus sesuai aturan. Tapi intinya, saya pelajari dulu secara detail seperti apa dan sejauh mana kemudian informasi itu akurat. Itu yang paling penting," ujarnya.

Pulau Pasangan yang dimuat dalam situs tersebut memiliki luas sekitar 159 hektare dan disebut berjarak 200 mil laut dari Singapura. Meskipun tidak mencantumkan harga, pulau itu ditawarkan dengan sistem “harga sesuai permintaan.” Narasi yang ditampilkan memperlihatkan potensi resor eksklusif dan ekowisata.

Kemunculan iklan penjualan pulau Indonesia ini mengundang kritik dari berbagai kalangan. Pemerintah dinilai kurang sigap dalam memantau ruang digital yang bisa menjadi celah bagi pihak asing untuk mengklaim atau memasarkan aset-aset strategis milik bangsa.

Desakan kepada pemerintah untuk bertindak tegas dan transparan menguat. Perlindungan terhadap wilayah dan aset negara dinilai tak boleh tunduk pada kelambanan birokrasi di tengah potensi ancaman kedaulatan. ***

wwwwww