Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
19 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
21 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
21 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
19 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
10 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Olympic

Rizky dan Lestari Kinantan, Nama Baru Anak Harimau Sumatera dari TMSBK

Rizky dan Lestari Kinantan, Nama Baru Anak Harimau Sumatera dari TMSBK
Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto memberikan sama sepasang anak harimau sumatera yang lahir di Lembaga Konservasi Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi (antara/miko elfisha)
Sabtu, 21 Juni 2025 18:54 WIB

BUKITTINGGI – Sepasang anak harimau sumatera yang lahir di Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK), Bukittinggi, Sumatera Barat, resmi diberi nama oleh Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, Sabtu (21/6/2025). Harimau jantan diberi nama Rizky Kinantan, sementara yang betina Lestari Kinantan.

Penamaan ini dilakukan saat kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke beberapa daerah di Sumatera Barat sejak Jumat (20/6/2025). Titiek Soeharto menyebut kelahiran sepasang harimau itu sebagai bukti nyata keberhasilan konservasi di TMSBK. “Ini bukan sekadar keberhasilan, tapi warisan bagi bangsa. Harimau sumatera termasuk satwa langka,” ujarnya.

Ia menegaskan, Komisi IV akan terus mendukung program konservasi satwa dilindungi demi menjaga kekayaan hayati Indonesia. “Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam keberhasilan ini,” tambahnya.

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menyebut anak harimau itu lahir dari pasangan induk Bujang Mandeh dan Mantagi pada 3 Mei 2025. Dengan kelahiran ini, populasi harimau sumatera di TMSBK kini mencapai 11 ekor. “TMSBK menjadi salah satu lembaga konservasi penting di Sumatera karena harimau sumatera kini berstatus Kritis menurut IUCN,” jelasnya.

Sebelumnya, pasangan harimau yang sama juga melahirkan seekor anak betina pada Desember 2024 yang kini bernama Banun. (ant)

wwwwww