Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
22 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
24 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
23 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
24 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
6
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
22 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Home  /  Berita  /  Voli

Kerja Sama Strategis Indonesia-Rusia Diperluas, Dampaknya ke Energi dan Pangan Nasional

Kerja Sama Strategis Indonesia-Rusia Diperluas, Dampaknya ke Energi dan Pangan Nasional
Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kerja sama strategis di berbagai sektor dengan Federasi Rusia. (antara/ho-kementerian koordinator bidang perekonomian)
Sabtu, 21 Juni 2025 18:14 WIB
JAKARTA - Pemerintah Indonesia memperkuat kerja sama strategis dengan Federasi Rusia, menyasar sektor energi, pangan, dan keuangan. Langkah ini diumumkan dalam forum Russia–Indonesia Business Dialogue 2025 yang menjadi bagian dari St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) ke-28.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan potensi kerja sama yang akan diperluas, seperti pengembangan baterai kendaraan listrik, hilirisasi minyak sawit, serta ekspor gandum dari Rusia.

"Ada banyak peluang kolaborasi yang perlu dikembangkan lebih lanjut," jelasnya, Sabtu (21/6/2025), dalam keterangan resmi di Jakarta.

Sejumlah sektor strategis menjadi fokus penjajakan kedua negara, di antaranya energi, pupuk, *sovereign wealth fund*, transportasi, serta teknologi kesehatan digital. Rusia juga menyampaikan ketertarikannya dalam proyek infrastruktur dan energi terbarukan di Indonesia.

Airlangga menyatakan dukungan terhadap percepatan perundingan *Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA)* agar rampung tahun ini. Pemerintah disebut ingin mempercepat akses pasar dan investasi lewat perjanjian ini.

Ia juga menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong pembukaan penerbangan langsung Moskow-Denpasar, untuk memperkuat konektivitas antarnegara.

"SPIEF adalah forum ekonomi global yang penting. Indonesia terbuka melakukan diskusi lanjutan, termasuk untuk kerja sama perbankan dan sistem pembayaran," paparnya.

Langkah pemerintah ini membuka pertanyaan publik soal transparansi dan jaminan bahwa kepentingan nasional tetap menjadi prioritas utama dalam setiap perjanjian internasional. (ant)

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Kategori:Voli, Metropolitan, Ekonomi, Basket
wwwwww