Kerja Sama Strategis Indonesia-Rusia Diperluas, Dampaknya ke Energi dan Pangan Nasional
![]() |
| Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kerja sama strategis di berbagai sektor dengan Federasi Rusia. (antara/ho-kementerian koordinator bidang perekonomian) |
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan potensi kerja sama yang akan diperluas, seperti pengembangan baterai kendaraan listrik, hilirisasi minyak sawit, serta ekspor gandum dari Rusia.
"Ada banyak peluang kolaborasi yang perlu dikembangkan lebih lanjut," jelasnya, Sabtu (21/6/2025), dalam keterangan resmi di Jakarta.
Sejumlah sektor strategis menjadi fokus penjajakan kedua negara, di antaranya energi, pupuk, *sovereign wealth fund*, transportasi, serta teknologi kesehatan digital. Rusia juga menyampaikan ketertarikannya dalam proyek infrastruktur dan energi terbarukan di Indonesia.
Airlangga menyatakan dukungan terhadap percepatan perundingan *Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA)* agar rampung tahun ini. Pemerintah disebut ingin mempercepat akses pasar dan investasi lewat perjanjian ini.
Ia juga menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong pembukaan penerbangan langsung Moskow-Denpasar, untuk memperkuat konektivitas antarnegara.
"SPIEF adalah forum ekonomi global yang penting. Indonesia terbuka melakukan diskusi lanjutan, termasuk untuk kerja sama perbankan dan sistem pembayaran," paparnya.
Langkah pemerintah ini membuka pertanyaan publik soal transparansi dan jaminan bahwa kepentingan nasional tetap menjadi prioritas utama dalam setiap perjanjian internasional. (ant)
| Editor | : | Muhammad Rafdinal Adrianto |
| Kategori | : | Voli, Metropolitan, Ekonomi, Basket |













