Pemerintah Beri Kebebasan Berpendapat dan Terima Kritikan Kata Hasan Nasbi
![]() |
| Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi. (Ist) |
Penulis: Azhari Nasution
Awalnya, Hasan Nasbi menjelaskan upaya pihaknya dalam mengatasi penyebaran disinformasi atau hoaks di era digital. Jika dampak dari disinformasi tersebut sangat besar, maka harus segera diluruskan.
"Tapi bukan berarti kita tidak peduli dengan yang lain, yang impact-nya secara subjektif kita anggap (tidak terlalu besar), idealnya kita harus atasi itu juga, supaya tidak ada celah untuk orang salah paham," ujar Hasan Nasbi.
Hasan Nasbi menegaskan pemerintah tidak anti kritik terhadap pendapat publik. Pemerintah terbuka dan siap memperbaiki diri jika mendapat kritik dari publik.
"Kalau kita dikritik, nggak apa-apa. Kita perbaiki diri nanti, tapi teman-teman juga harus memperbaiki diri," pungkas Hasan Nasbi.
Hasan Nasbi juga memberi apresiasi kerjasama Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA, Garuda TV, Indozone dan On Us Asia untuk menyajikan informasi publik yang berkualitas dan berdampak positif.
Lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada Senin (16/6) mereka berkomitmen untuk menciptkan ekosistem sehat dan bertanggung jawab di tengah derasnya arus informasi publik yang terjadi sekarang.
Direktur Pemberitaan LKBN ANTARA Irfan Junaedi mengatakan bahwa kolaborasi keempat entitas diharapkan dapat meningkatkan kekuatan dalam menyajikan informasi publik di tengah pertumbuhan platform digital yang mendatangkan aliran informasi tak terbendung.
Menurutnya, kolaborasi yang terbangun bisa membuat mereka lebih mudah dalam meredam adanya miss informasi di publik.
"Dasar pemikiran itulah kemudian kami di ANTARA, Garuda TV, On Us Asia, Indozone itu bersepakat untuk, kita jalan bareng yuk. Supaya kita kemudian bisa menjadi lebih powerful. Tenaganya menjadi lebih banyak dibanding kita jalan sendiri-sendiri," ujar Irfan Junaedi.
Direktur Utama Garuda TV, Fahmi M. Anwari mengatakan bahwa kolaborasi ini mencakup pembuatan konten audio visual, penyelenggaraan acara yang melibatkan partisipasi publik, serta penyiaran informasi publik yang mencerahkan.
"Kami percaya informasi berkualitas harus dikemas dan disampaikan dengan pendekatan yang membangun dan merangkul," tutup Fahmi. ***
| Kategori | : | Nasional, Voli, DKI Jakarta |












