Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
20 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
20 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
20 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
20 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
20 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
20 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Nasional

Rano Karno Soroti Dugaan Pungli Rekrutmen PPSU, Sebut Ada yang Bayar Puluhan Juta

Rano Karno Soroti Dugaan Pungli Rekrutmen PPSU, Sebut Ada yang Bayar Puluhan Juta
Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) membersihkan sampah di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, 3 April 2025. (tempo/ilham balindra)
Rabu, 16 Juli 2025 19:38 WIB

JAKARTA – Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, mengungkapkan adanya dugaan pungutan liar dalam proses rekrutmen petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) atau yang dikenal sebagai Pasukan Oranye. Ia menegaskan praktik ini tidak bisa dibiarkan dan harus diberantas hingga ke akarnya.

"Dari awal kami sudah wanti-wanti, bahkan sejak masa kampanye. Bayangkan, ada yang harus bayar puluhan juta untuk jadi PPSU. Itu tidak bisa kami terima," kata Rano di Balai Kota Jakarta, Rabu (16/7/2025).

Rano menyatakan, dirinya bersama Gubernur Jakarta, Pramono Anung, sudah lama mencermati persoalan ini. Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jakarta akan menelusuri pelaku pungli agar tak mencoreng proses rekrutmen dan merugikan warga kecil yang membutuhkan pekerjaan.

Sinyal serupa juga datang dari DPRD Jakarta. Anggota DPRD dari Fraksi Partai Gerindra, Ali Lubis, mengaku mendapat keluhan warga soal dugaan pungli saat dirinya melakukan reses. "Ini sama saja memeras rakyat miskin. Cari kerja susah, eh malah disuruh bayar dulu," ujarnya di Gedung DPRD Jakarta.

Tahun ini, antusiasme warga untuk menjadi PPSU meningkat tajam. Lebih dari 21 ribu orang melamar posisi yang hanya tersedia untuk 1.023 petugas. Rekrutmen berlangsung sejak akhir Juni 2025 dan digelar secara terbuka di tiap wilayah kelurahan.

PPSU adalah tenaga harian lepas yang bertugas menjaga kebersihan dan fasilitas umum di lingkungan permukiman. Setiap kelurahan di Jakarta biasanya mempekerjakan 40 hingga 70 petugas, tergantung luas wilayah dan kepadatan penduduk.

Gaji petugas PPSU saat ini mengikuti Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta 2025 sebesar Rp5.396.791 per bulan. Selain gaji, mereka juga menerima BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan Tunjangan Hari Raya (THR).***

wwwwww