Korban Blackmores Angkat Suara: Suplemen Sehat atau Ancaman Nyata?
![]() |
| Suplemen Blackmores disebut memiliki kandungan vitamin B6 yang berlebihan sehingga bisa merusak saraf. (foto: dok. blackmores indonesia) |
JAKARTA – Di balik nama besar Blackmores sebagai merek suplemen kesehatan ternama, muncul kisah menyayat hati dari Dominic Noonan-O’Keefe yang kini menjadi sorotan publik. Dominic, seorang calon ayah, mengalami dampak kesehatan serius setelah mengonsumsi Super Magnesium+ dan Ashwagandha+ produksi Blackmores sejak Mei 2023.
Awalnya demi menjaga kesehatan menyambut kelahiran anak pertamanya, Dominic justru harus menanggung penderitaan fisik yang berat. Ia mengalami kelelahan kronis, kejang otot, gangguan penglihatan, hingga hilangnya kemampuan berjalan. Diagnosis medis menyatakan bahwa Dominic menderita neuropati akibat kelebihan vitamin B6.
Yang membuatnya lebih menyakitkan, kadar vitamin B6 dalam suplemen yang dikonsumsi ternyata mencapai 29 kali dari batas konsumsi harian yang disarankan. Hal ini menyulut amarah publik dan mengundang pertanyaan soal transparansi informasi serta tanggung jawab produsen.
Firma hukum Polaris Lawyers kini mewakili Dominic dan mengajak konsumen lain yang merasa dirugikan untuk ikut dalam gugatan class action. Pendiri Polaris, Nick Mann, menegaskan bahwa gugatan ini bukan hanya tentang kompensasi, tetapi juga tentang menuntut akuntabilitas dari perusahaan besar yang lalai.
“Kasus ini bukan hanya soal label kandungan yang menyesatkan. Ini tentang bagaimana sebuah produk yang disebut sehat justru membawa penderitaan fisik dan mental kepada konsumen yang mempercayainya,” kata Mann, Selasa (22/7/2025).
Menurut Polaris, mereka telah menerima laporan dari konsumen lain yang juga merasakan dampak serupa. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa kasus Dominic bukan insiden tunggal, melainkan potensi cacat sistemik dalam rantai produksi dan pengawasan Blackmores.
Dengan semakin banyak korban yang bersuara, gugatan ini bukan hanya soal kerugian pribadi, tetapi juga momentum penting untuk mengevaluasi ulang tata kelola industri suplemen. Akankah kisah Dominic jadi titik balik bagi perbaikan industri kesehatan global?. ***
| Editor | : | Muhammad Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | inilah.com |
| Kategori | : | Basket, Automotif, DKI Jakarta |













