Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
6 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
7 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
6 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
7 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Basket

Konflik Kamboja - Thailand Mereda, Kesepakatan Damai Dicapai di Malaysia

Konflik Kamboja - Thailand Mereda, Kesepakatan Damai Dicapai di Malaysia
PM Malaysia Anwar Ibrahim menyaksikan kesepakatan damai Pejabat Perdana Menteri Thailand Phumtham Wechayachai dengan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet di Putrajaya, Malaysia, Senin (28/7/2025). (Foto: Telegram Anwar Ibrahim)
Selasa, 29 Juli 2025 10:10 WIB

JAKARTA – Gencatan senjata resmi diberlakukan antara Kamboja dan Thailand mulai Senin (28/7/2025) pukul 24.00 waktu setempat. Kesepakatan ini menandai berakhirnya konflik bersenjata di wilayah perbatasan yang telah menelan puluhan korban jiwa, termasuk anggota militer dari kedua negara.

Perdamaian dicapai dalam pertemuan damai yang dimediasi oleh Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, di Kuala Lumpur. Pertemuan tersebut mempertemukan Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, dan Penjabat Perdana Menteri Thailand, Phumtham Wechayachai, yang akhirnya sepakat menghentikan konflik secara "segera dan tanpa syarat."

"Malaysia mengapresiasi komitmen kedua negara untuk mengakhiri pertikaian dan mendorong penyelesaian damai demi stabilitas kawasan," ujar Anwar dalam keterangan resminya.

Pertempuran yang berlangsung sejak pekan lalu pecah di wilayah perbatasan yang disengketakan antara Provinsi Preah Vihear, Kamboja, dan Provinsi Ubon Ratchathani, Thailand. Ketegangan meningkat setelah insiden bentrokan pada 28 Mei yang menewaskan seorang tentara Kamboja.

Di tengah memanasnya konflik, ASEAN bergerak cepat memfasilitasi dialog damai. Dukungan terhadap upaya tersebut juga datang dari Pemerintah China.

"Baik Kamboja maupun Thailand adalah anggota penting ASEAN. ASEAN telah bekerja secara intensif selama berhari-hari untuk mewujudkan gencatan senjata antara kedua belah pihak, sehingga China mengapresiasi dan menyambut baik segala upaya yang mendukung deeskalasi," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dalam konferensi pers di Beijing, Senin (28/7/2025).

Gencatan senjata ini diharapkan menjadi awal bagi normalisasi hubungan kedua negara yang telah lama memiliki sejarah ketegangan di wilayah perbatasan. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Basket
wwwwww