Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
18 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
19 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
18 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
19 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
18 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
18 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Olympic

Gempa Rusia Picu Kekhawatiran Tsunami, Sekolah di Gorontalo Pulangkan Siswa Lebih Awal

Gempa Rusia Picu Kekhawatiran Tsunami, Sekolah di Gorontalo Pulangkan Siswa Lebih Awal
Suasana pesisir Gorontalo Utara di pantai Ponelo Kepulauan usai diumumkan waspada tsunami dari BMKG, Rabu (30/5/2025). (foto; antar)
Rabu, 30 Juli 2025 19:04 WIB

JAKARTA – Sejumlah sekolah di Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, memulangkan siswa lebih awal pada Rabu (30/7/2025), menyusul peringatan potensi tsunami dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akibat gempa bermagnitudo 8,7 di timur Kamchatka, Rusia.

Langkah cepat itu diambil untuk menghindari kepanikan dan memberikan rasa aman bagi siswa dan orang tua. Kepala SMA Negeri 1 Gorontalo Utara, Maharita Usman, mengatakan keputusan memulangkan siswa dilakukan setelah kegiatan pembagian Makanan Bergizi Gratis (MBG).

"Setelah MBG selesai, kami langsung memulangkan siswa. Ini wilayah pesisir dengan garis pantai panjang, jadi kami memilih langkah antisipatif setelah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan," jelas Maharita.

Menurutnya, keputusan tersebut juga untuk merespons kekhawatiran orang tua yang mulai panik dan terus menghubungi pihak sekolah.

"Kami tidak ingin ada kecemasan berkepanjangan. Dengan siswa pulang lebih cepat, orang tua merasa tenang," tambahnya.

Sementara itu, BMKG memastikan gempa yang terjadi di Rusia memang berpotensi menimbulkan tsunami, namun berdasarkan pemodelan, tinggi gelombang diprediksi kurang dari 0,5 meter dan hanya berdampak pada wilayah Kota Gorontalo.

"Kami imbau masyarakat tetap tenang. Tidak perlu panik, tetapi yang berada di pesisir sebaiknya menjauh dulu untuk sementara," kata Kepala Stasiun Geofisika Kelas II Gorontalo, Andri Wijaya Bidang.

Ia menegaskan, meski berpotensi kecil, kesiapsiagaan masyarakat pesisir tetap dibutuhkan, terutama untuk menghindari kejadian yang tak diinginkan.

"Tetap waspada, namun jangan terpancing hoaks. Ikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah setempat," pungkasnya.***

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Olympic
wwwwww