Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
19 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
19 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
19 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
19 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
19 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
19 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Peserta FORNAS VIII Merasa Nyaman dan Terlayani

Peserta FORNAS VIII Merasa Nyaman dan Terlayani
Pertandingan adu bantal. (Ist)
Rabu, 30 Juli 2025 18:53 WIB
Penulis: Azhari Nasution
MATARAM – Nusa Tenggara Barat (NTB) memang baru pertama menggelar multi event nasional. Namun, Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII yang digelar di 36 venue di tujuh Kabupaten/Kotamandya di NTB mulai 26 Juli 2025 hingga 1 Agustus 2025 lalu, mampu memuaskan penggiat olahraga masyarakat.

Pengakuan itu disampaikan salah satu ofisial Kontingen KORMI Kalimantan Timur (Kaltim), Rahmat, offsial Kontingen KORMI Kalimantan Selatan (Kalsel) Hasan  pelatih ketapel Papua Tengah Hendrik Tamher yang ditemui di tempat pertandingan cabang olahraga tradisional di lingkungan Kantor Bupati Lombok Barat, NTB, Rabu (30/7/2025).

“Kita puas dengan pelayanan panitia lokal. Baik masalah transportasi maupun masalah makanan. Bukan hanya datang sesuai jadwal tetapi menu makanan yang disajikan juga beragam,” kata Rahmat yang ditemui saat meneduh di mobil angkutan Kontingen KORMI Kaltim.

Apa yang disebut Rahmat ini juga diamini Hendrik Tamher yang baru pertama kali terlibat dalam FORNAS. “Makanan memang tidak pernah terlambat dan menunya juga bagus. Masyarakatnya juga ramah. Dan, kami merasa nyaman selama di sini,” timpalnya.

Keterangan Hendrik Taher ini dibenarkan Sarah, mahasiswa Universitas Politeknik Bali yang memanfaatkan liburan kuliah untuk memperkuat Kontingen KORMI Papua Tengah. “Ya, makanannya memang datang sebelum waktunya. Kami senang bisa berlomba di sini,” kata Sarah yang mengaku sempat menekuni olahraga angkat besi.

Sementara itu, Hasan juga mengaku tidak mempermasalahkan tempat pertandingan untuk Perkumpulan Pelestarian Olahraga Tradisional Indonesia (Portina). “Tak ada masalah. Tempat pertandingan cabang olahraga tradisional sudah sesuai standar,” ujarnya.

Meski pertandingan cabang olahraga tradisional yang dimainkan di lingkungan Kantor Bupati Lombok Barat itu sempat terhenti karena hujan. Tetapi, ratusan penggiat dan pendukung tetap bertahan menunggu hujan reda sehingga bisa kembali mengikuti pertandingan.

Bukan hanya terlihat kearakban di antara mereka. Tetapi, teriakan dukungan dan tawa lepas terdengar tatkala mereka menyaksikan salah satu penggiat gebuk bantal terjatuh karena pukulannya meleset.

Di lokasi ini, bukan hanya Gebuk Bantal, tetapi ada Lomba Terompa Panjang, Lari Balok, Tarik Tambang, Enggrang, Dagongan, pencak silat tradisional, dan Hadang (Gerobak Sodor).  ***

wwwwww