Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
22 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
22 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
22 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
22 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
22 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
21 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Voli

Menag: Negara Wajib Lindungi Hak Ibadah, Tak Ada Tempat untuk Intoleransi

Menag: Negara Wajib Lindungi Hak Ibadah, Tak Ada Tempat untuk Intoleransi
Menteri Agama, Nasaruddin Umar.
Rabu, 30 Juli 2025 18:03 WIB

JAKARTA – Pembubaran paksa ibadah umat Kristen di Padang, Sumatra Barat, menjadi alarm keras bagi perlindungan hak konstitusional warga negara. Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menegaskan negara tidak boleh abai terhadap jaminan kebebasan beribadah. Terkait insiden tersebut, ia segera mengirimkan tim untuk menindaklanjuti situasi dan menjamin keadilan bagi jemaat yang terdampak.

Kejadian memilukan itu menimpa Jemaat Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) di Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, pada Sabtu (27/7/2025). Rekaman video menunjukkan massa datang membawa kayu, memaksa jemaat keluar dari rumah doa, dan merusak fasilitas ibadah, menciptakan trauma, terutama bagi anak-anak yang berada di lokasi.

"Kami tidak bisa membiarkan kejadian ini berlalu begitu saja. Negara wajib hadir dan memastikan tidak ada satu pun warga yang takut untuk beribadah," kata Nasaruddin, Rabu (30/7/2025).

Nasaruddin telah berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Kemenag Sumbar dan menyebut bahwa tim dari pusat akan turun ke lokasi. Ia juga menyoroti pentingnya penanganan cepat sekaligus upaya berkelanjutan untuk memperkuat pemahaman toleransi di masyarakat.

Sebagai strategi jangka panjang, Kemenag akan memperkenalkan kurikulum cinta di lingkungan pendidikan guna menanamkan nilai keberagaman dan saling menghormati sejak dini.

“Kami ingin akar dari intoleransi dicabut sejak awal. Pendidikan adalah kunci, dan kurikulum cinta akan jadi instrumen utama membangun masyarakat yang harmonis,” jelasnya.

Dari sisi penegakan hukum, Wakapolda Sumbar, Brigjen Solihin, menyatakan sembilan orang telah ditetapkan sebagai terduga pelaku perusakan berdasarkan bukti video. Penyelidikan masih berlanjut untuk menelusuri pelaku lainnya.

Kementerian Agama menyerukan semua pihak untuk bersama-sama menjaga kehormatan bangsa sebagai negara yang menjunjung tinggi toleransi, serta memastikan tidak ada lagi rumah ibadah yang diserang karena perbedaan keyakinan. ***

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Sumber:metrotvnews.com
Kategori:Voli, DKI Jakarta
wwwwww