PDTDI Selenggarakan Pertemuan Ilmiah Tahunan dan Munas VIII
![]() |
| Pembukaan Munas VIII dan Pertemuan Ilmiah Tahunan PDTDI. (Ist) |
Rabu, 30 Juli 2025 17:56 WIB
Penulis: Azhari Nasution
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA- Perhimpunan Dokter Transfusi Darah Indonesia (PDTDI) secara resmi menggelar Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) dan Musyawarah Nasional (Munas) VIII Tahun 2025 di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat.
Acara bergengsi ini berlangsung selama tiga hari, mulai 30 Juli hingga 1 Agustus mendatang dengan mengusung tema “Collaboration in Blood Services for Global Health”.
Acara ini menjadi forum strategis bagi para dokter dan ahli transfusi darah dari seluruh Indonesia untuk saling bertukar pengetahuan, memperbarui informasi ilmiah, serta memperkuat kolaborasi dalam pelayanan darah demi mendukung sistem kesehatan nasional dan global.
Kegiatan Munas dan PIT PDTDI 2025 ini juga menghadirkan berbagai sesi ilmiah, pelatihan, dan diskusi panel bersama para ahli transfusi darah dari dalam dan luar negeri, yang diharapkan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu layanan transfusi darah di Indonesia.
Dalam sambutannya, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI), Muhammad Jusuf Kalla, menekankan pentingnya peran manusia dalam sistem transfusi darah, serta apresiasinya terhadap para tenaga medis yang terlibat.
“Profesor yang paling ahli di dunia ini belum bisa menciptakan darah. Tapi darah sama sekali tidak ada yang bisa menggantikannya, selain dari orang yang mendonorkannya," kata Jusuf Kalla, Rabu (30/7/2025).
Jusuf Kalla sangat mengapresiasi adanya kegiatan tersebut. Sebab, melalui acara pertemuan ini dapat meningkatkan keahlian dan sistem kesehatan, khususnya dalam layanan darah.
"Saya yakin, melalui acara seperti ini, semangat kita di Indonesia untuk memperkuat layanan darah akan terus tumbuh dan berkelanjutan," ujar Jusuf Kalla.
Ketua PMI DKI Jakarta, Beky Mardani
Beky menyampaikan, keikutsertaannya dalam PIT dan Munas PDTDI Tahun 2025 ini merupakan kegiatan perdananya setelah resmi menjabat sebagai Ketua PMI DKI Jakarta.
Ia mengapresiasi forum ilmiah ini sebagai sarana untuk memperdalam wawasan mengenai ketersediaan dan keamanan darah.
“Ini kegiatan pertama saya setelah menjadi Ketua PMI DKI Jakarta. Saya bersyukur bisa ikut dalam kegiatan ini, termasuk Seminar Internasional dan Munas PDTDI. Tentu saya mendapat informasi dan pengetahuan baru tentang bagaimana menjamin darah yang cukup, aman, dan pasien juga selamat," ungkapnya.
Beky juga menyoroti pentingnya peran PMI dalam menjamin ketersediaan darah, khususnya di Jakarta yang memiliki kebutuhan darah tinggi setiap harinya, mencapai sekitar 1.500 kantong darah.
"PMI merasa bertanggung jawab dan harus mendukung agar ketersediaan darah cukup dan aman. Maka, partisipasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak sangat penting," imbuhnya.
Beky juga merasa sangat senang dan bangga karena Kepala Unit Transfusi Darah PMI DKI Jakarta, Niken Ritchie juga menjabat sebagai Ketua Umum PDTDI.
"Pengalaman Jakarta sebagai kota besar bisa menjadi benchmark bagi UTD-UTD daerah lain. Saya yakin, UTD daerah pasti bisa menjadi lebih baik dengan saling berbagi praktik terbaik," tegasnya.
Ia optimistis, melalui ajang PIT dan Munas PDTDI ini, sistem transfusi darah di Indonesia semakin kuat melalui kolaborasi antarpihak, peningkatan kapasitas tenaga medis, dan penguatan peran masyarakat dalam donor darah sukarela.
Sementara itu, Ketua Umum PDTDI, Niken Ritchie menuturkan, Munas VIII yang dirangkaikan dengan Pertemuan Ilmiah Tahunan bertaraf internasional berlangsung mulai 30 Juli hingga 1 Agustus 2025. Acara ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan layanan transfusi darah di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik.
Dalam kesempatan ini, hadir para pakar transfusi darah dari berbagai negara, termasuk Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, Australia, hingga Belanda.
Kegiatan ini juga menarik partisipasi peserta internasional, khususnya dari Malaysia, yang menunjukkan tingginya minat terhadap kerja sama regional di bidang layanan transfusi darah.
Ia memaparkan, kegiatan bukan sekadar ajang ilmiah, namun juga bentuk komitmen bersama untuk menyamakan standar layanan transfusi darah di kawasan Asia, bahkan hingga West Pacific.
"Indonesia saat ini sudah tergabung dalam kelompok West Pacific WHO, sebelumnya berada di Southeast Asia (SEARO). Maka penting bagi kita untuk mulai menyusun standar regional bersama terkait pelayanan transfusi darah," bebernya.
Ia menyampaikan, topik yang dibahas dalam pertemuan ini sangat komprehensif, mulai dari strategi rekrutmen donor darah yang sehat, proses pengolahan darah menjadi komponen seperti darah merah, trombosit, dan plasma, hingga pemanfaatan plasma untuk fraksionasi menjadi bahan baku obat dalam negeri.
"Seperti yang disampaikan oleh BPOM dan Kementerian Kesehatan, saat ini Indonesia sedang menyiapkan bahan baku untuk produksi obat dalam negeri seperti albumin, IVIG, dan faktor pembekuan darah. Ini sangat penting untuk ketahanan nasional, apalagi saat pandemi COVID-19 kemarin, kebutuhan obat-obatan tersebut melonjak drastis," tuturnya.
Niken menyebut, sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, DKI Jakarta juga mencatatkan kebutuhan darah yang tinggi. Namun demikian, Jakarta sudah mampu memenuhi target WHO, yakni kebutuhan darah sebesar 2 persen dari total populasi.
“Alhamdulillah, Jakarta sudah memenuhi lebih dari 2 persen kebutuhan darah dari populasi sekitar 12 juta jiwa. Selain itu, UTD PMI DKI Jakarta juga terus mengikuti perkembangan teknologi terkini di bidang transfusi darah," jelasnya.
UTD PMI DKI kini tidak hanya memproduksi komponen darah standar, tetapi juga menyediakan produk darah berkualitas tinggi seperti darah merah yang telah dikurangi leukosit (sel darah putih), serta trombosit apheresis dengan teknologi penggabungan kantong. Produk-produk ini meningkatkan kenyamanan dan keamanan pasien saat transfusi.
"Jakarta juga menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang telah menerapkan 100% uji saring molekuler (NAT-PCR) untuk deteksi dini infeksi menular lewat transfusi, melengkapi metode standar antigen-antibodi," ucapnya.
Selain kegiatan ilmiah, kata Niken, juga diselenggarakan pameran kesehatan yang menampilkan teknologi terbaru di bidang transfusi darah. Pameran ini terbuka untuk umum dan gratis, menjadi kesempatan edukatif bagi masyarakat untuk memahami pentingnya donor darah maupun proses pengolahannya hingga aman digunakan untuk pasien.
"Kami ingin teman-teman sejawat dari seluruh Indonesia melihat bahwa produk darah tidak hanya darah merah, plasma, dan trombosit, tetapi bisa terus ditingkatkan kualitas dan keamanannya. Tujuannya agar pasien mendapatkan darah yang benar-benar sesuai kebutuhan mereka," pungkas Niken. ***
| Kategori | : | Automotif, DKI Jakarta |













